Saturday, March 18, 2017

Tidore Masa Lalu dan Kini

      Pulau Tidore merupakan rangkaian cincin gunung api di Maluku Utara, termasuk Ternate, Makian dan beberapa daerah di Pulau Halmahera. Secara geografis berada pada posisi 127°BT dan 0° LU -20° LS dari garis khatulistiwa  yang membelah kota Guruapin, Pulau Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Tidore terletak antara Ternate dan Halmahera bagian tenggara dengan Pulau Moti dan Makian.
       Pada masa lalu, Tidore dipimpin oleh seorang sultan, yang tergabung dalam Moloku Kieraha, yaitu konfederasi empat kesultanan di Maluku Utara. Kesultanan Jailolo, Tidore, Bacan, dan Ternate. Keempat sultan tersebut bersaudara dengan Ayah Jaffar Sidiq dan Ibu Siti Nursafah.
      Jabatan Sultan Tidore saat ini adalah Husain Syah. Ia menempati istana sultan yang disebut kedaton. Bahasa Tidore termasuk rumpun Bahasa Polinesia, tapi ada juga yang berpendapat masuk rumpun Bahasa Austronesia. Belasan bahasa di Maluku Utara memiliki persamaan. Contoh, bahasa yang sama  antara Ternate dan Tidore adalah oti (perahu), soa (desa), ngofa (anak).
        Tidore memiliki kawasan wisata yang patut dijadikan primadona bagi wisatawan. Pulau Mare di sebelah tenggara Tidore, selama ini masyarakatnya dikenal sebagai pengrajin belanga, cobek, forno (wadah untuk membakar sagu) yang terbuat dari tanah liat. Jika Singaraja, Bali terkenal dengan dolphin (lumba-lumba), maka Pulau Mare memiliki rumah lumba-lumba, yang merupakan habitatnya karena berhadapan dengan zona eksklusif Laut Maluku.
       Gunung Kie Matubu memiliki ketinggian 1730 mpdl, lebih tinggi dari Gunung Gamalama Ternate. Setiap acara kesultanan Tidore, Gunung Kie Matubu bermakna bagi adat istiadat masyarakat Tidore dalam acara ritual pelantikan sultan dan acara lain seperti kematian dan penyambutan tamu-tamu kenegaraan.
Gunung Kie Matubu, difoto dari lokasi Pantai Kayu Merah Ternate. Dok: Pribadi.
      Pantai Rum yang merupakan pelabuhan transportasi perekonomian rakyat berhadapan dengan pelabuhan Bastiong Ternate dapat ditempuh 10 menit menggunakan speed boat. Bagian selatan Pantai Rum terdapat Pulau Maitara diabadikan pada uang Rp 1.000,00 bergambar Pattimura dengan latar belakang Gunung Kie Matubu Pulau Tidore. Inilah sebuah jawaban "Tidore untuk Indonesia".
Pulau Maitara. Foto diambil dari Benteng Kalamata Ternate. Dok: Pribadi.
     
Mata uang seribu tampak depan. Dok: Pribadi.


Mata uang seribu tampak belakang (Pulau Maitara dan Tidore). Dok: Pribadi.
   Kawasan pantai lain adalah Pantai Cobo dan Pantai Ake Sahu. Begitu juga air terjun Laku Cileng dan Goheba, yang berada di teritori Tidore. Kawasan ini dikelilingi tanaman tropis yang heterogen, dengan jenis burung watna warni. Kawasan penuh pesona ini layak dinikmati oleh wisatawan.
      Pulau Failonga bagian utara Tidore berdekatan dengan kota Goto patut dijadikan wisata selam untuk menyaksikan biota laut warna warni yang tersembunyi di dalam air. Desa Toloa memiliki  pandai besi untuk membuat parang, alat penangkap ikan (dodofa), cangkul, dan berbagai suvenir lainnya.
    Hampir keempat kesultanan memiliki adat istiadat yang sama. Masyarakat Tidore harus terintegrasi dengan adat istana yang menjadi landasan adat masyarakat. Landasan yang paling dihormati adalah pelantikan sultan. Selain adat kesultanan ada juga adat masyarakat yang berhubungan dengan tradisi, kepercayaan dan kesejahteraan. Terdapat juga adat keluarga sebagai lembaga terkecil. Misal, kelahiran, pernikahan dan kematian.
      Kesenian yang berkembang secara  turun temurun adalah tari kapita (tari perang, yang merupakan symbol melawan penjajahan Portugis. Tari Kie Raha dikhususkan untuk tamu-tamu terhormat sebagai tanda ucapan selamat datang. Tari Cakalele untuk menumbuhkan dan membakar semangat patriotisme prajurit sultan.
      Jajanan tradisional khas Tidore adalah wajik ketan, bubur srikaya, kue popaco, kue lapis 3 warna, dan apang. Ada kuliner tersendiri yang disajikan saat pesta, yaitu nasi kuning, nasi jaha, potongan masakan daging sapi, kambing, ayam, boboto, ikan laut bumbu kuning, sagu dan popeda. Komoditas lain yang dihasilkan di Tidore adalah kacang tanah, bawang merah dan terasi.

       Mari! Visit Tidore Island dengan segala keindahan alam, budaya dan keseniannya. HUT Tidore pada bulan April sebentar lagi diprediksikan akan sangat meriah dengan atraksi kebudayaan dan kesenian. Selamat ulang tahun!
          Marimoi Ngone Futuru

1 comment:

  1. Wah pengen sekali berkunjung ke Tidore. Penasaran dengan Kota yang kaya akan rempah rempah yang banyak diperebutkan bangsa bangsa Eropa karena karena nilai jualnya yang sangat tinggi. Selain itu juga banyak pantai pantainya yang keren sekali ^_^

    ReplyDelete