Monday, July 17, 2017

SELL FAST Sentra Timur Residence Apartment Super Full Furnished in East Jakarta

IN ENGLISH

Negotiate Price.
No intermediaries.
Price: Rp 290.000.000,00/$ 21.500 (Nego)


  • Sentra Timur Residence
  • Jalan Sentra Primer Timur, RW. 6, Pulo Gebang, Cakung, RW.6, Jakarta Timur, 13950


















Building area: 25 m2
Floor: 23
Bedroom: 1
Bathroom: 1
Land Area (m²): 25

AMENITIES
Swimming pool
Basketball court
Jogging track
Children playground
Food court
Market
ATM Center
Shuttle bus
24 hour security, etc.

Available properties:
- Air conditioning
- Trash can
- LPG gas tube 12 kilograms
- Quantum gas stove
- Kitchen cabinet
- Dining table + 4 chairs
- Dispenser + water gallon
- Bucket, brush
- LED Polytron TV
- TV table
- DVD player
- Toshiba refrigerator
- Clothing Cabinet
- Broom, mop
- In-room Cabinet
- Hanger
- Length of cable
- Bed
- Carpet

Swimming Pool Area
An area to play and relax with the family. Unite the pool and playground as a favorite place for residents of the apartment Sentra Timur Residence.

Shuttle bus.
Sentra Timur Residence provides free Shuttle Bus facility as a mode of transport for residents of the apartment.
This free Bus Shuttle connects Busway lane, Sentra Timur Pulegebang Central Terminal, Railway Station, office area and East Jakarta government as well as entertainment center or nearest mall.
Operation Hours Shuttle East Sentra Residence: 6.30 WIB - 18.30 WIB

Access.
East Sentra Toll Gate Pulogebang connects Sentra Timur Superblock area with Jakarta Outer Ring (JORR) Toll Road leading to Pondok Indah or heading towards Tanjung Priok. The opening of this Toll will add value to investment in East Sentra and surrounding areas and will certainly also reduce congestion in the city of Jakarta.

Contact: Fanny Abell (+62) 858-85969527

IN BAHASA

Sentra Timur Residence
Jalan Sentra Primer Timur, RW. 6, Pulo Gebang, Cakung, RW.6, Jakarta Timur, 13950

Luas bangunan  : 25 m2
Lantai  : 23
Kamar tidur  : 1
Kamar Mandi: 1
Luas Tanah (m²) : 25
Luas Bangunan (m²) : 25

FASILITAS 

Kolam renang
Lapangan basket
Jogging track
Children playground
Food court
Minimarket
ATM Centre
Shutle bus
Keamanan 24 jam, dll

Apartemen full furnished
Properti yang tersedia:
- AC
- Tempat sampah
- Tabung gas elpiji 12 kilogram
- Kompor gas Quantum
- Kitchen cabinet
- Meja makan + 4 kursi
- Dispenser + galon air
- Ember, gayung, sikat
- TV Polytron LED
- Meja TV
- DVD player
- Kulkas Toshiba
- Tiang jemuran
- Cikrak, sapu, kain pel
- Lemari pakaian
- Cabinet dalam kamar
- Hanger
- Panjangan kabel
- Tempat tidur
- Karpet

Swimming Pool Area
Area untuk bermain dan bersantai bersama keluarga. Menyatukan kolam renang dan playground sebagai tempat favorit bagi penghuni apartemen Sentra Timur Residence.

Shuttle Bus.
Sentra Timur Residence menyediakan fasilitas Shuttle Bus gratis sebagai moda transportas bagi penghuni apartemen.
Shuttle Bus gratis ini menghubungkan jalur Busway, Terminal Sentra Timur Pulegebang, Stasiun Kereta Api,  area perkantoran dan pemerintahan Jakarta Timur serta pusat hiburan atau mall terdekat.
Jam Operasi Shuttle Bus Sentra Timur Residence: 6.30 WIB - 18.30 WIB

Akses.
Pintu Tol Sentra Timur Pulogebang menghubungkan kawasan Sentra Timur Superblock dengan Tol Jakarta Lingkar Luar (JORR) yang menuju ke arah Pondok Indah atau menuju ke arah Tanjung Priok. Buka-an Tol ini akan menambah nilai investasi di kawasan Sentra Timur dan sekitarnya serta dapat dipastikan akan juga mengurangi kemacetan di kota Jakarta.

Hubungi: Fanny Abell (+62) 858-85969527

Saturday, July 15, 2017

Nightmare Teacher

"For me this is paradise, but for other people is..."

Nightmare Teacher, film Korea termasuk genre horor. Awalnya saat gue denger judulnya, gue pikir film ini semacam kelas malam HAHAHA... Ternyata sangat berbeda dengan yang gue pikir. Film ini bukan horor-horor banget sih. Ini lebih ke misterius nyari jalan keluar.
Sumber gambar: boxasian.com
Nightmare Teacher punya beberapa story dengan memakai orang-orang dalam 1 kelas. Semuanya saling bersambungan. Karena itu harus nonton dari story 1.

Guru Han Bong Gu berkesempatan menggantikan wali kelas 2-3 yang kakinya cedera. Selain berperan sebagai wali kelas, ia juga berperan sebagai guru Bimbingan Konseling (BK) bagi siswa-siswi kelas 2-3 yang butuh pertolongan.

STORY 1
Kim Seul Gi dikucilkan dan digencet oleh teman-teman gengnya yang dulu. Ia menemui guru Han Bong Gu di ruang BK. Sang guru memberi friendship chart kepada Seul Gi. Menandatangani kontrak darah atas kesepakatan mereka berdua. 

STORY 2
Oh Ki Chul yang ingin jadi ketua geng jago kelahi di sekolahnya membuat ia menandatangani kontrak darah dengan guru Han Bong Gu.

STORY 3
An Si Yeon yang hobi nulis dan suka membawa ceritanya ke dunia nyata. Menandatangani kontrak dengan guru Han Bong Gu karena ingin ceritanya terus jadi kenyataan.
Sumber gambar: https://www.viki.com
STORY 4
Cheon Jae Su yang selalu juara 2 di kelasnya. Berambisi menjadi juara 1. Meminum minuman kaleng penambah kepintaran atas persetujuan dengan guru Han Bong Gu.
Sumber gambar: https://www.viki.com
STORY 5
Do Do Hee yang selalu ingin jadi yang tercantik di antara wanita lain. Menandatangani persetujuan dengan guru Han Bong Gu demi aplikasi yang bikin dirinya tambah cantik. 
Sumber gambar: http://aminoapps.com
Story kelima adalah kasus terakhir yang menimpa teman-teman sekelasnya. Ye Rim bertanggungjawab untuk menyelesaikan misteri di kelasnya. Story keenam adalah kasus Ye Rim sendiri.

STORY 6
Ye Rim dan Sang Woo terlibat kasus dengan wali kelas aslinya yang sedang cedera kaki.
Guru Bong Gu menemui Ye Rim. Dia ingin teman-temannya kembali. Dia ditantang guru Bong Gu ke dunia cermin untuk menemukan apa yang dia cari dalam tenggat waktu yang telah ditentukan. Ia pun setuju.
Di dalam dunia cermin, ia bertemu dengan "Ye Rim kecil", dirinya saat kecil. Sisi lain, di dunia nyata ada "Ye Rim yang sebenarnya dari dunia cermin". Ia melakukan apa yang "sebenarnya ingin Ye Rim asli lakukan. Sikapnya lebih terbuka dan agresif dari Ye Rim asli.
Akhirnya Ye Rim tau kalau dunia cermin itu adalah mimpi buruk. Ia harus bangun dari mimpi buruknya dan menghadapi ketakutannya sendiri. Karena ia terbangun, ia berhasil memenangkan tantangan yang diberikan gurunya. Teman-temannya pun kembali bahkan keadaannya JAUH LEBIH BAIK daripada awalnya.
Sumber gambar: http://www.youngajummah.com
Kalau loe udah nonton sampai menit akhir. Loe pasti bisa telaah, Han Bong Gu itu sebenarnya guru yang jahat atau baik?
Di akhir film, Ye Rim pun menanyakan hal yang sama dengan yang gue tanyakan. Menurut gue dia guru yang baik. Kedatangannya hampir sama kayak Nanny McPhee. Bedanya Nanny McPhee ngubah sifat dan waktunya berjalan, kalau guru Han Bong Gu ngubah keadaan dan waktunya sama. Dia akan datang pada saat ada murid-murid dalam 1 kelas yang butuh pertolongannya (dengan cara yang ga biasa).
Sumber gambar: http://www.kdramalove.com
KARAKTER

Han Bong Gu
Guru wali kelas pengganti kelas 2-3. Juga, guru BK. Pembawaan perannya sebagai guru udah sangat cocok. Jago banget ngelabuhi yang nonton dengan berpikir ini guru sebenarnya baik atau jahat.

Kang Ye Rim
Ketua kelas 2-3. Tokoh utama wanitanya. Sangat cerdas dan jago analisis. Kalau ga ada dia, mungkin kelas selamanya seperti itu (murid menghilang satu per satu) dan gurunya ga bakal pergi. Dia dan Sang Wo berhasil mengembalikan semua keanehan di kelasnya.

Seo Sang Woo
Tokoh utama pria di film ini. Teman baik Ye Rim. Ga cuma berteman baik, dia bahkan naksir Ye Rim. Sangat suka dunia fotografi. Kemana-mana bawa kamera.

Kim Seul Gi
Tokoh utama dalam story pertama. Murid wanita korban bully.

Oh Ki Chul
Tokoh utama story kedua. Murid pria yang doyan kelahi. 

An Si Yeon
Tokoh utama story ketiga. Hobi mengarang.

Cheon Jae Su
Tokoh utama story keempat. Selalu berusaha jadi nomor 1 di kelas.

Go Ki Tae
Teman baik Cheon Jae Su. Dari episode 1, dia selalu ga pakai rompi, terkesan berantakan. Hobi main basket.

Do Do Hee
Tokoh utama story kelima. Ratu kelas 2-3.

Lee Jong Suk
Pacar Do Do Hee. 

Gue inget waktu belajar penulisan skenario, dosen gue bilang "Ada beberapa film yang memvisualisasikan suatu hal ke dalam bentuk simbol." Sampai akhirnya, tu dosen mempertontonkan 1 film berjudul "Stoker", bagi gue visualisasi simbolnya film itu bagus banget.
Film ini punya banyak simbol gimmick-nya. Yang paling ketara/terlihat banget itu jam kayak piramid di film ini. Klasik tapi elegan. Film ini memang bermain dengan waktu. Saat kontrak ditandatangani, waktu di jam terhenti dengan sendirinya.

Makna film ini bisa dilihat dari story per storynya.
Musiknya sangat bagus!! Musik saat pergantian menuju jeda iklan dan musik saat baru mulai film.

Pil Ho terlalu sempurna untuk berada di dunia nyata.

Guru BK kayak gini, perlu banget ada di tiap sekolahan. Ga banyak ceramah, masalah beres.
Sumber gambar: https://www.viki.com
STORY YANG GUE SUKA
Story nomor 3.
Apa yang gue tulis jadi kenyataan. GOKIL!!!!! Gue ga butuh 1 buku tebel. Cukup secarik bangsa 2 baris kertas dari itu buku. #sujudsyukur
Gue juga suka story 4.
Saat ujian pengen deh nengak tu minuman setetes *GRIN =))))

KARAKTER YANG GUE SUKA
Kalo cowok gue suka Go Ki Tae. Sebagai sahabat dia benar-benar baik. Ga pernah nyebut kelemahan sahabatnya.
Gue juga suka Seo Sang Woo. Meski belum jadian sama Ye Rim, dia setia dan PAHAM BANGET saat "Ye Rim" bukan Ye Rim yang sebenarnya. So sweet. Hehehe.
Awal nonton gue ga gitu suka sama guru Han Bong Gu. Berkali-kali nonton, manis juga senyumnya WKWKWKWKWK =))

Kalo cewek gue suka An Si Yeon.
Perangainya imut, kecil. Propertinya pulpen bulu warna pink lagi. HAHAHA... Bikin dia jadi makin childish di film ini.
Kang Ye Rim gue suka kalau rambutnya dilepas.

Gue akuin, gue emang harus banyak belajar dari orang Jepang dan Korea terkait visual art, aransemen musik, editing maupun plotnya. Visual art di sini, duh ampun kerennya.

Di dunia ini ga ada yang sempurna. Begitupun halnya dengan film ini. Film ini hampir sempurna tapi ada kelemahan-kelemahannya.

- Dari 5 story, masa iya ga ada yang "ngeh" dengan keanehan di kelasnya sendiri. Cuma 2 orang yang "ngeh"?!
- Masih ga ngerti sama story 3, kenapa si stalker bisa ada di dunia cerita Si Yeon. Kayaknya dia ga nulis tentang stalker di bukunya (Atau nulis tapi gue ga ngeh) o.O
- Pertama kali nonton, gue suka Cheon Jae Su loh. Tapi setelah nonton berkali-kali jadi ga suka WKWKWK. Makin ke sini, gue ngeliatnya dia makin kayak anak-anak. Mirip anak SD. Cocok berdampingan sama Si Yeon :p
- Do Do Hee, ratu kelas 2-3?!? C'mon man! Si Yeon ato Ye Rim lebih pantas jadi ratunya #inmyopinion

RATING 8.5 (scale 10)

Saturday, March 18, 2017

Tidore Masa Lalu dan Kini

      Pulau Tidore merupakan rangkaian cincin gunung api di Maluku Utara, termasuk Ternate, Makian dan beberapa daerah di Pulau Halmahera. Secara geografis berada pada posisi 127°BT dan 0° LU -20° LS dari garis khatulistiwa  yang membelah kota Guruapin, Pulau Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Tidore terletak antara Ternate dan Halmahera bagian tenggara dengan Pulau Moti dan Makian.
       Pada masa lalu, Tidore dipimpin oleh seorang sultan, yang tergabung dalam Moloku Kieraha, yaitu konfederasi empat kesultanan di Maluku Utara. Kesultanan Jailolo, Tidore, Bacan, dan Ternate. Keempat sultan tersebut bersaudara dengan Ayah Jaffar Sidiq dan Ibu Siti Nursafah.
      Jabatan Sultan Tidore saat ini adalah Husain Syah. Ia menempati istana sultan yang disebut kedaton. Bahasa Tidore termasuk rumpun Bahasa Polinesia, tapi ada juga yang berpendapat masuk rumpun Bahasa Austronesia. Belasan bahasa di Maluku Utara memiliki persamaan. Contoh, bahasa yang sama  antara Ternate dan Tidore adalah oti (perahu), soa (desa), ngofa (anak).
        Tidore memiliki kawasan wisata yang patut dijadikan primadona bagi wisatawan. Pulau Mare di sebelah tenggara Tidore, selama ini masyarakatnya dikenal sebagai pengrajin belanga, cobek, forno (wadah untuk membakar sagu) yang terbuat dari tanah liat. Jika Singaraja, Bali terkenal dengan dolphin (lumba-lumba), maka Pulau Mare memiliki rumah lumba-lumba, yang merupakan habitatnya karena berhadapan dengan zona eksklusif Laut Maluku.
       Gunung Kie Matubu memiliki ketinggian 1730 mpdl, lebih tinggi dari Gunung Gamalama Ternate. Setiap acara kesultanan Tidore, Gunung Kie Matubu bermakna bagi adat istiadat masyarakat Tidore dalam acara ritual pelantikan sultan dan acara lain seperti kematian dan penyambutan tamu-tamu kenegaraan.
Gunung Kie Matubu, difoto dari lokasi Pantai Kayu Merah Ternate. Dok: Pribadi.
      Pantai Rum yang merupakan pelabuhan transportasi perekonomian rakyat berhadapan dengan pelabuhan Bastiong Ternate dapat ditempuh 10 menit menggunakan speed boat. Bagian selatan Pantai Rum terdapat Pulau Maitara diabadikan pada uang Rp 1.000,00 bergambar Pattimura dengan latar belakang Gunung Kie Matubu Pulau Tidore. Inilah sebuah jawaban "Tidore untuk Indonesia".
Pulau Maitara. Foto diambil dari Benteng Kalamata Ternate. Dok: Pribadi.
     
Mata uang seribu tampak depan. Dok: Pribadi.


Mata uang seribu tampak belakang (Pulau Maitara dan Tidore). Dok: Pribadi.
   Kawasan pantai lain adalah Pantai Cobo dan Pantai Ake Sahu. Begitu juga air terjun Laku Cileng dan Goheba, yang berada di teritori Tidore. Kawasan ini dikelilingi tanaman tropis yang heterogen, dengan jenis burung watna warni. Kawasan penuh pesona ini layak dinikmati oleh wisatawan.
      Pulau Failonga bagian utara Tidore berdekatan dengan kota Goto patut dijadikan wisata selam untuk menyaksikan biota laut warna warni yang tersembunyi di dalam air. Desa Toloa memiliki  pandai besi untuk membuat parang, alat penangkap ikan (dodofa), cangkul, dan berbagai suvenir lainnya.
    Hampir keempat kesultanan memiliki adat istiadat yang sama. Masyarakat Tidore harus terintegrasi dengan adat istana yang menjadi landasan adat masyarakat. Landasan yang paling dihormati adalah pelantikan sultan. Selain adat kesultanan ada juga adat masyarakat yang berhubungan dengan tradisi, kepercayaan dan kesejahteraan. Terdapat juga adat keluarga sebagai lembaga terkecil. Misal, kelahiran, pernikahan dan kematian.
      Kesenian yang berkembang secara  turun temurun adalah tari kapita (tari perang, yang merupakan symbol melawan penjajahan Portugis. Tari Kie Raha dikhususkan untuk tamu-tamu terhormat sebagai tanda ucapan selamat datang. Tari Cakalele untuk menumbuhkan dan membakar semangat patriotisme prajurit sultan.
      Jajanan tradisional khas Tidore adalah wajik ketan, bubur srikaya, kue popaco, kue lapis 3 warna, dan apang. Ada kuliner tersendiri yang disajikan saat pesta, yaitu nasi kuning, nasi jaha, potongan masakan daging sapi, kambing, ayam, boboto, ikan laut bumbu kuning, sagu dan popeda. Komoditas lain yang dihasilkan di Tidore adalah kacang tanah, bawang merah dan terasi.

       Mari! Visit Tidore Island dengan segala keindahan alam, budaya dan keseniannya. HUT Tidore pada bulan April sebentar lagi diprediksikan akan sangat meriah dengan atraksi kebudayaan dan kesenian. Selamat ulang tahun!
          Marimoi Ngone Futuru

Wednesday, February 22, 2017

Movie Review: Train To Busan/Busanhaeng (2016)

Ada beberapa film zombie menarik yang akan gue posting. Zombie biasanya umum, tapi film-film yang gue bakal ulas agak beda zombie-zombienya. Postingan review zombie pertama jatuh pada film "Train to Busan". Busan. Nama salah satu kota terkenal di Korea. Jadi udah pasti ini film Korea. Genrenya horror. Ini reviewnya.
Sumber: http://wellgousa.com 
Seok Woo (Yoo Gong) seorang esmud yang bekerja sebagai manajer investasi, sedang mengalami krisis di perusahaannya. Perusahannya terancam bangkrut. Orangnya strict to the rule banget, tipe-tipe pekerja keras hingga rumah tangganya berantakan. Ia pisah dengan istrinya, yang sekarang tinggal di Busan. Meski begitu, ia sangat cinta sama anaknya Soo An (Soo An Kim). Di tengah krisis perusahaannya, ia tetap mengingat besok adalah hari ulang tahun Soo An. Ia membelikan game console Wii sebagai kado. Soo An menatap nanar karena ternyata ia sudah mempunyai Wii. 
JENGJENG... Seok Woo bertanya apakah ada hal yang Soo An inginkan. Soo An berkata ia ingin ke Busan untuk bertemu ibunya saat ulang tahunnya besok. Awalnya Seok Woo menolak karena ia sangat sibuk di kantor hingga tidak mungkin ia menemani Soo An ke Busan naik kereta. Soo An menegaskan ayahnya bahwa ia bisa naik kereta sendiri karena ibunya akan menjemputnya di stasiun Busan. Sebelum bertemu dengan Soo An, Seok Woo sudah mendapat telepon dari mantan istrinya kalau Soo An SANGAT INGIN ke Busan dan Seok Woo HARUS menemaninya karena Soo An masih kecil (masih SD). Akhirnya Seok Woo bersedia mengantar Soo An naik kereta ke Busan. Mendengar hal itu bukan hanya Soo An yang lega, ibu Seok Woo/nenek Soo An pun lega. Ibunya tinggal bersama Seok Woo dan Soo An. Saat Seok Woo kerja, ibunya-lah yang menjaga Soo An. Ibunya mengingatkan, betapa Soo An sangat kecewa karena tadi di sekolah saat kompetisi, ayahnya tidak datang melihatnya bernyanyi. Padahal, ia berlatih nyanyi lagu itu dipersembahkan hanya untuk ayahnya yang ia sayang. Karena ayahnya tidak datang, ia pun tidak menyelesaikan nyanyiannya.

Esoknya, Seok Woo bersama Soo An tiba di stasiun kereta. Saat menuju stasiun sudah tercium tanda-tanda kerusuhan yang terjadi di kotanya. Mereka naik kereta KTX 101 jurusan Busan. Seluruh gerbong di kereta terlihat penuh penumpang, hanya tersisa sedikit kursi tak bertuan. Seok Woo dan Soo An duduk di gerbong 15. Di dalam gerbong 15 ada beberapa orang yang nantinya disorot ke dalam cerita, yaitu 2 orang nenek, Jong Gil (Myung Sin Park) dan In Gil (Soo Jung Ye), kemudian ada Yong Suk (Eui Sung Kim), pria pekerja kantoran yang sifatnya mau menang sendiri.
Di gerbong 10, ada guru dan sekumpulan atlet bisbol sekolah yang hendak mengikuti pertandingan atar sekolah di Busan. Tokoh-tokoh dalam gerbong 11 ini ada Young Gook (Woo Sik Choi), salah satu pebisbol dan Jin Hee (Ahn So Hee), yang terpilih menjadi pemandu sorak tim mereka. Jin Hee menyukai Young Gook, namun Young Gook tipe cowok pemalu yang akhirnya lempeng sama Jin Hee. Kursi di gerbong 10 diisi beberapa penumpang lain, tidak hanya para atlet.

Menit-menit kereta mau berangkat, terlihat wanita lari ke dalam kereta (tanpa tiket). Petugas stasiun PAS BANGET lagi dalam keadaan ga nengok ke arah wnaita itu. Di dalam kereta, wanita itu tertatih berdarah plus tingkahnya aneh banget menandakan ia sudah digigit zombie dan terinfeksi.
JESSJESSJESS.... kereta jalan perlahan. Di luar kereta, petugas stasiun heran melihat para pengunjung stasiun di lantai atas. Nampak ada yang ga beres. Ga lama, petugas itu diserang 1 zombie. Soo An yang melihat dari dalam kereta sontak kaget, berpaling hendak bilang ke ayahnya. Saat menengok, Seok Woo sudah terlelap. Ia pun ga jadi membangunkan ayahnya.

Yong Suk lapor sama pramugara perihal tamu gelap yang mengurung lama di toilet gerbong 14. Penasaran, Soo An mengikuti Yong Suk dan pramugara ke toilet. Terduduk ketakutan seorang pria paruh baya, ia seorang tuna wisma yang melarikan diri ke dalam kereta (oleh karena kejaran zombie di luar kereta). Saat ditanya, ia memiliki tiket atau tidak. Ia hanya menjawab "Semua orang mati." Tuna wisma inilah satu-satunya orang yang tau tentang wabah zombie yang merajalela sekarang ini diantara semua penumpang kereta. Semua penumpang masih awam akan apa yang terjadi.

Di gerbong 10, penumpang gelap lain yaitu wanita yang terinfeksi melangkah terseok-seok kaku. Keluar pintu gerbong 10, di ruangan perantara gerbong 10-11, ia terjatuh disertai kejang-kejang hebat. Soo An pergi ke toilet gerbong 13 untuk buang air kecil. Ia ke toilet gerbong 13, karena gerbong 12 ada tuna wisma itu dan orang lain, toilet penuh. Sesampainya di toilet gerbong 13, ada Sang Hwa (Dong Seok Ma) sedang menunggu istrinya Sung Gyeong (Yu Mi Jung), yang sedang hamil di dalam toilet. Ia menyuruh Soo An ke toilet gerbong 12 karena 2 toilet di situ ada orangnya. Soo An pun menurut. Hye Young, pramugari wanita di kereta mendapati wanita yang terinfeksi itu sedang kejang-kejang hebat. Panik, ia pun mengontak supervisornya (Pramugara yang tadi nemuin si tuna wisma). Seok Woo terbangun. Ia mendapat telepon dari rekan kerjanya, Kim Jin Mo (Chang Hwan Kim). Supervisor ramugara yang sedang mengurus tuna wisma di gerbong paling belakang melewati gerbong 15 menuju gerbong 10. Ia berbicara dengan walkie talkie-nya dengan Hye Young. TV di dalam kereta pun menyiarkan berita kerusuhan dan perkelahian (mereka yang di kereta masih belum tahu kalau itu zombie). Mengetahui ada yang beres, Seok Woo bangkit dari kursi mencari Soo An yang udah masuk toilet gerbong 12.

Wanita terinfeksi itu tak sadarkan diri sebentar, ga lama ia bangkit dengan gerakan tubuh patah-patah (Kayako versi berdiri =))))) *lol ).
Hye Young menjadi korban pertama yang digigit zombie. Ia jalan kesakitan menggendong zombie wanita itu yang tengah menggigit lehernya. Hye Young masih berusaha melepaskan diri. Ia jalan ke gerbong para atlet. DI SINILAH KENGERIAN DIMULAI!! *pukul gong
Para atlet yang bersenda gurau dengan sesamanya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Hye Young dan wanita yang ia panggul. Hye Young terjatuh di tengah jalan. Lehernya tergigit. Zombie wanita itu menerjang satu atlet di dekatnya setelah mengoyak leher Hye Young. Ga lama Hye Young kejang-kejang dan bangkit menerkam atlet lainnya. Semua yang di gerbong 10 ketakutan campur bingung campur penasaran. Sebagian berhasil melarikan diri ke gerbong lain. Young Gook menolong Jin Hee dari serangan zombie. Mereka berhasil menyelamatkan diri bersama 2 atlet lainnya.
Sumber: http://www.indiewire.com 
Supervisor pramugara yang tiba di gerbong 11, shok melihat Hye Young yang telah berubah menjadi zombie. Ia langsung lari ke gerbong 11 dan 12, menyuruh semua orang di gerbong itu untuk lari. Naas, ia diterjang Hye Young hingga berubah jadi zombie. Seok Woo yang telah tiba daritadi di gerbong 12 kaget dengan insiden itu. Soo An keluar dari toilet dan melihat ayahnya. Zombie supervisor pramugara mengejar Seok Woo. Seok Woo berbalik menggendong Soo An dan berlari sampai ke ruang perantara gerbong 13. Di situ masih ada Sang Hwa dan Sung Gyeong yang baru keluar dari toilet. Sang Hwa melawan 1 zombie. Seok Woo lari melewati Sang Hwa dan Sung Gyeong (ga peduli sama mereka lebih tepatnya) terus sampai gerbong 15, gerbongnya sendiri. Di gerbongnya, ia mendapati virus zombie belum sampai situ. Yong Suk menyuruh Seok Woo menutup pintunya, meski ia melihat Sang Hwa dan Sung Gyeong lari ke arahnya, ia tetap menutup pintunya. 

Pintu masih bisa dibuka oleh Sang Hwa, ia dan istrinya pun selamat. Sung Gyeong menutupi kaca pada pintu dengan koran-koran agar mereka tidak terlihat oleh para zombie. Dan cara itu pun manjur. Sang Hwa yang kesal dengan Seok Woo pun langsung menghardikanya karena ia menutup pintu depan muka mereka. Seok Woo cuek dengan mereka, ia hanya memikirkan keselamatannya dan Soo An.
Kapten kereta mengumumkan pengemuman bahwa mereka tidak akan berhenti di stasiun Cheonan (Banyak stasiun yang mereka lewati menuju Busan, Cheonan salah satunya) dikarenakan itu adalah perintah dari kantor stasiun pusat. Usai pengumuman, ibu Seok Woo menelepon. Mengucapkan salam perpisahan, kemudian jadi zombie. Kereta melewati stasiun Cheonan, orang-orang di luar kereta berteriak ingin masuk kereta. Pasukan zombie mengejar mereka. 

Militer dikerahkan untuk mengatasi para zombie di seluruh daerah. Menurut kapten kereta, kereta mereka akan berhenti di stasiun setelahnya, stasiun Daejeon. Seok Woo menelpon rekan kerjanya, seorang letnan di wilayah Daejeon untuk menanyakan situasi di sana. Letnan berkata wilayah itu sudah ada pasukan militer yang merupakan anak buahnya yang berjaga di stasiun untuk mengamankan penduduk dari serangan zombie. Ia juga berkata, penduduk yang baru datang akan segera dikarantina. Seok Woo membujuk letnan agar menolongnya dan anaknya, ia tidak mau dikarantina. Letnan berkata ia akan mengutus 1 anak buahnya di sisi timur stasiun, jadi Seok Woo dan Soo An harus menuju ke timur.

Kereta tiba di stasiun Daejeon. Penumpang turun dengan waswas. Mereka tidak melihat zombie sama sekali di stasiun. Kapten kereta turun bersama 1 pramugara. Ia kaget melihat sebagian gerbong terhuni zombie-zombie. Yong Suk mendekati kapten kereta dan meyakinkan sang kapten kalau kereta harus terus melaju sampai Busan. Sama seperti Seok Woo, Yong Suk pun menelepon rekan kerjanya dan mengetahui kota telah dikarantina. Kapten yang sangat patuh peraturan ingin melihat kondisi seluruh stasiun terlebih dahulu, baru memutuskan akan melanjutkan perjalanan ke Busan atau tidak. Kapten dan semua penumpang menuju pintu keluar. Seok Woo mengambil langkah ke timur bersama Soo An. Tuna wisma mengikuti Seok Woo. Tuna wisma mendengar Seok Woo saat ia menelepon letnan, ia tahu kota akan dikarantina. Soo An kaget karena ayahnya sama sekali tidak memberitahukan penumpang-penumpang lain perihal hal itu. Ia sedih dengan sifat tidak peduli ayahnya pada orang lain. Salah seorang seorang anggota militer datang menjemput Seok Woo dan Soo An, terlihat di ujung lorong timur. Tuna wisma girang melihatnya dan berlari ke arahnya, minta diikutsertakan dijemput. Seok Woo menyuruh Soo An untuk menunggunya, Seok Woo pun bergegas menyusul tuna wisma. Di saat yang sama, para penumpang yang keluar lewat pintu utama berhasil menemukan para militer. TAPI... Semua militer telah menjadi zombie. Mereka mengejar semua penumpang, penumpang pun berlarian. Seok Woo menerima telepon dari letnan bahwa anak buahnya tidak bisa dihubungi. Nyatanya 1 anak buahnya yang diutus itu telah tergigit dan memohon pertolongan. Beberapa detik kemudian, rombongan zombie militer datang menggigit 1 militer tersebut. Tuna wisma dan Seok Woo kaget dan shock, segera berlari kembali menuju kereta. Ia melihat di belakang Soo An sudah rusuh akibat zombie-zombie militer yang datang dari depan. Soo An hendak diterkam. Soo An berbalik badan mendapati dirinya siap diterkam. Sang Hwa memukul zombie yang akan menerkam Soo An. Sung Gyeong datang memegang Soo An, mereka berlari ke arah kereta mereka. Sang Hwa dan 3 atlet pria yang tersisa membantu mengamankan pintu kaca di stasiun untuk menghalang para zombie. Seok Woo diserang zombie dan mencoba bertahan. Tidak lama datang si tuna wisma, membantu Seok Woo. Mereka berlari ke pintu kaca. Tuna wisma terus lari.
Sumber: http://www.themoviest.com 
Seok Woo ikut membantu menahan pintu kaca.Yang lain yang sudah datang ke kereta, membantu penumpang lain. Yong Gil dan In Gil terpisah. In Gil ditolong Sung Gyeong dan Soo An. Mereka masuk ke gerbong 13. Ga lama muncul tuna wisma ke gerbong 13 juga. Sedangkan, Yong Gil ditolong 1 pramugara dan Jin Hee menuju gerbong 15. Yong Suk memaksa pramugara untuk segera berangkat. Melihat banyaknya zombie yang datang, ia pun menurut. Memberitahukan kapten untuk segera berangkat. Pintu kaca di stasiun pecah tak terbendung karena banyaknya zombie militer. Seok Woo, Sang Hwa, Young Gook dan 2 teman atletnya lari ke kereta. Dua atlet tak tertolong, hanya tersisa Seok Woo, Sang Hwa dan Young Gook di gerbong 9. Sung Gyeong hendak menelpon suaminya, memastikan apakah ia sudah berada dalam kereta. Tindakannya dicegah oleh tunawisma karena pintu kaca di ruang perantara gerbong 12 pecah dan 13 terbuka, banyak zombie di gerbong yang mereka naiki. Mereka diam-diam sembunyi di toilet. 
Sang Hwa menelepon istrinya. Soo An yang mengangkat telepon. Istrinya teriak mereka ada di toilet gerbong 13 dan menyuruhnya cepat ke sana untuk menolong mereka. Young Gook menelepon Jin Hee, memberi kabar sekaligus bertanya dia di gerbong berapa. 

Seok Woo, Sang Hwa dan Young Gook...
Sumber: http://theplaylist.net 
Tiga musketeer ini siap menuju gerbong 13 menolong 4 orang dan menuju gerbong 15, tempat yang lain berada. Dengan catatan mereka AKAN bertarung melawan para zombie di tiap gerbong. Melewati pertarungan sengit, sampailah mereka di toilet gerbong 13. Melanjutkan ke gerbong selanjutnya. Sang Hwa mati-matian menutup pintu gerbong 14 tapi tidak bisa tertutup terhalang kepala zombie yang hendak masuk. Zombie yang lain mengikuti. Tugas Young Gook membuka pintu perantara antara gerbong 15 dan 15 yang SANGAT SUSAH terbuka. Di pintu sisi lain, kain2 sudah terikat agar pintu tidak bisa dibuka sama Young Gook dan yang lain. Semua yang di peron 15 ketakutan kalau salah 1 dari mereka terinfeksi dan balik menyerang mereka. Atas suruhan Yong Suk, pramugara menyekap mulut Jin Hee agar tidak berteriak atau berusaha menolong Young Gook. Yong Jil bersikap netral namun hanya duduk diam terpaku meratapi kakaknya In Gil yang entah gimana nasibnya. Sang Hwa masih berusaha seuat tenaga menahan pintu gerbong, namun tergigit sedikit tangannya. Young Gook berhasil memecahkan kaca pintu perantara gerbong 14 dan 15, kemudian lari secepat kilat ke pintu gerbong 15. Yong Suk menahan pintu gerbong 15. Tangan Young Gook berhasil masuk sebagai penahan pintu. Orang-orang dari pihak Yong Suk ikut membantu. Jin Hee berhasil melepaskan diri berusaha menyingkirkan kubu Yong Suk dari pintu agar kubu Young Gook dapat masuk. Yong Gil melihat kakaknya ada di kubu sebelah, ikut membantu Jin Hee. Apa daya cewek-cewek lawan cowok-cowok. Tangis Sung Gyeong hampir meledak melihat Sang Hwa yang tengah terinfeksi. Sang Hwa merasa dirinya akan berubah sebentar lagi. Ia menyuruh Seok Woo pergi membawa istrinya ke gerbong 15, yang masih diusahakan terbuka. Seok Woo meminta maaf karena harus meninggalkannya dan berlari membawa Sung Gyeong. Sang Hwa mengucapkan 1 nama "Yoon Su Yun", nama yang akan menjadi nama anaknya. Sung Gyeong enggan pergi hanya bisa menangis. Pintu gerbong 14 hancur, para zombie masuk. Sang Hwa menahan seorang diri, memberi mereka waktu karena pintu gerbong 15 belum terbuka. Sang Hwa meninggal. Atas bantuan Seok Woo, pintu berhasil ditembus oleh Seok Woo, Young Gook dan tuna wisma. Langsung membawa masuk Soo An dan Sung Gyeong. Hendak membawa masuk In Gil tapi terlambat. In Gil tersenyum pada Young Gil, zombie pun memakannya. Pintu ditutup Seok Woo. Young Gil syok hanya bisa diam terduduk.

Seok Woo memukul Yong Suk. Geram karena perbuatannya beberapa orang di kubunya tewas. Yong Suk menghasutnya dengan bilang Seok Woo telah terinfeksi. Pramugara berkata mereka yang baru datang harus menunggu di gerbong 16. Tidak mau dicapur. Seok Woo cs menurut, Jin Hee memilih ikut bersama Young Gook. Yong Gil melihat zombie In Gil di balik pintu kaca gerbong 15. Antara sadar tak sadar, ia berceloteh sendiri dan membuka pintu gerbong 15. Para zombie masuk menerkam semuanya. Hanya 2 tersisa, Yong Suk dan pramugara. Mereka bersembunyi di toilet.

Di gerbong 16, Sung Gyeong masih menangisi Sang Hwa. Seok Woo menyemangati Soo An.
Kim menelepon Seok Woo, Kim frustasi karena putus asa karena asal mula virus zombie dikarenakan perusahaan YS Bio Tech, perusahaan tempat Seok Woo dan Kim bekerja. 
Kereta berhenti di stasiun timur Daegu karena lajur kereta mereka terhalang. Kapten mengumumkan perpindahan kereta lain ke lajur kiri. Ia menyuruh penumpang yang masih hidup untuk pindah kereta dengan hati-hati. Kapten turun kereta paling duluan. Sangat kilat, mencari kereta-kereta kosong tanpa zombie untuk ia kemudikan ke Busan. Ia menemukannya, menjalankan pelan sambil menunggu penumpang yang selamat. Seok Woo dan yang lain turun hendak ke lajur kiri. Kereta lain penuh zombie tepat di lajur kiri kereta mereka. Mereka harus menyebrang lewat kereta itu untuk bisa ke lajur kiri lainnya. Yong Suk dan pramugara yang bersembunyi di toilet kereta hendak keluar. Yong Suk mengumpan pramugara ke zombie agar ia bisa kabur dari kereta. Kereta dari jalur lain datang dengan kecepatan maksimal penuh kobaran api. Menabrak kereta yang semula mereka tumpangi. Kereta terbalik ke kiri ke arah Seok Woo dan yang lainnya, memisahkan Seok Woo, Soon An, Sung Gyeong, tuna wisma dengan Young Gook dan Jin Hee.

Young Gook dan Jin He memasuki gerbong kereta di sisi kiri mereka. Setelah masuk pintu keluar tidak bisa dibuka, Young Gook berusaha membukanya dengan memecahkan kaca. Yong Suk datang ke belakang Jin Hee dan menghempas Jin Hee ke 1 zombie yang mengejarnya. Jin Hee tergigit, Young Gook menghajar zombienya, menutup pintu kereta. Yong Suk berhasil memecahkan kaca dan keluar. Young Gook sedih karena ia tidak berhasil menjaga Jin Hee, ia tidak melarikan diri dan diterkam zombie Jin Hee.
Di lajur kiri, Yong Suk menemukan kapten dan keretanya. Ia lari ke arah kereta itu dengan puluhan zombie di belakang mengejarnya. Kakinya tersandung, kepleset. Kapten turun dan membantunya. Yong Suk melempar kapten pada zombie di belakang yang menyerangnya, tapi Yong Suk sempat tergigit. Kapten digigit, ditinggal oleh Yong Suk ke kereta yang melaju. 

Di sisi lain, Soo An menangis memanggil, membangunkan ayahnya. Mereka terhimpit 2 kereta penuh zombie. Tidak ada jalan keluar, hanya bisa merangkak lewat bawah. Seok Woo berhasil merangkak. Saat Soo An hendak merangkak, besi besar jatuh menutupinya. Seok Woo berupaya menggesernya. Kaca kereta di samping kanan mereka pecah, zombie-zombie berdatangan. Tuna wisma menghalang mereka. Besi berhasil digeser, Soo An pun merangkak keluar, diikuti Sung Gyeong. Seluruh kaca pecah, tuna wisma tidak selamat. Seok Woo, Soo An dan Sung Gyeong lari sekencang mungkin dan berhasil naik ke kereta menuju Busan. Masuk pintu kemudi, menemukan Yong Suk dengan mata terinfeksi. Seok Woo buru-buru menutup pintu. Zombie tidak bisa membuka pintu, tapi Yong Suk masih separuh zombie, ia dapat membuka pintunya. Berceloteh sedikit, ga lama berubah total, menerkam mereka. Seok Woo mati-matian berkelahi, berhasil melemparkan Yong Suk dari kereta. 
TAPI... ia tergigit. Soo An menangis tahu ayahnya terinfeksi. Tahu tidak punya banyak waktu, Seok Woo menyuruh Soo An dan Sung Gyeong masuk ke ruang kemudi, mengajari cara mengerem keretanya saat mereka tiba di Busan nanti. Seok Woo berpamitan pada Soo An, meninggalkan Soo An, menuju belakang kereta. Soo An menjerit nangis sejadi-jadinya. Sung Gyeong menahan dan memeluk Soo An dari belakang. Mata Seok Woo berubah jadi putih (efek terinfeksi), ia mengingat saat Soo An lahir. Tersenyum dan terjun dari kereta.

Sung Gyeong dan Soo An tiba di Busan. Sudah dibarikade di terowongan, bukan berhenti di stasiun. Mereka turun menuju terowongan sambil ketakutan. Dari jauh, militer dengan sniper lapor pada atasannya. Atasannya menyuruhnya untuk membunuh mereka karena tidak jelas mereka terinfeksi atau tidak. Sasaran dibidik, tetiba Soo An nyanyi lagu yang ia persembahkan untuk ayahnya. Bisa dipastikan mereka korban selamat (zombie ga mungkin nyanyi), para militer pun datang dan menolong ke dalam terowongan.

Film ini panjang juga loh hampir 2 jam. Gue yakin syutingnya pasti ribet. Ekstrasnya banyak banget, karena ngelibatin beberapa kota. Pengalaman gue syuting dengan ekstras banyak begitu emang migrain tapi seru sih dan biasanya ga banyak take karena buang waktu HAHAHA. Sutradaranya Train to Busan jeli banget akan hal-hal kecil.

Awalnya gue sempet kecewa sama endingnya, tapi setelah gue telaah, udah sesuai kok sama judulnya. Train to Busan --> lebih fokus ke perjalanan selama di kereta melewati beberapa stasiun sampai Busan. Jadi cocok judul sama plotnya.

PLUS


- Zombie pada umumnya jalannya tertatih-tatih. Di film ini, zombie-zombienya cenderung lari. Larinya hampir sama cepetnya sama manusia, bikin jiper :)) Yaah.. gue yakin, ini gimmick-nya :)

- Soo An anak yang baik. Meski broken home tapi sikapnya lurus.

- Sutradara bersikap detil:

--> Saat kereta baru banget jalan, Seok Woo cepat sekali terlelap. Umumnya, pria jarang tidur secepat itu apalagi bapak-bapak. Karena posisi kerja Seok Woo seorang manajer, banyak kerjaan, banyak tekanan, nyaris bangkrut, konflik rumah tangga, waktu tidur dikit. Hal-hal di atas ngebuat dia tidur cepat di kereta.

--> Sang Hwa ngambil tongkat dan tameng polisi pas di stasiun. Young Gook ngambil tongkat bisbolnya. Itu barang-barang diperluin buat mereka saat jalan dari gerbong 9 ke 15. 

- Di film ini, semua umur ada ya. Anak kecil, anak sekolahan, atlet, ibu-ibu hamil, bahkan sampai nenek-nenek. Gue rasa sengaja diadain karena pengen ngeliat sudut pandang dari umur orang-orang berbeda tentang bagaimana cara melawan/melarikan diri dari zombie. Sekalian jadi perbandingan, mana yang kira-kira meninggal duluan HAHAHA.

--> Saat Seok Woo, pria tuna wisma, Soo An dan Sung Gyeong terhimpit di antara 2 kereta penuh zombie. Gue yakin pasti ga cuma gue yang berpikiran "Waduh, di kubu Seok Woo ada tuna wisma yang kakinya pincang, anak kecil ama wanita hamil. Kiamat dah. Susah udah selamatnya." HAHAHA. Elo ga endirian yang berpikir begitu. TAPI NYATANYA... Dua orang dari kubu mereka doang yang selamat. Yang dipikir justru yang paling lemah, malah yang selamat. Karena itu benar banget pepatah bilang "Don't judge the book by its cover." :p
Dan tokoh-tokoh kayak wanita hamil, anak kecil dan orang tua PASTI akan selalu diutamakan ditolong sama pria-pria.

- Semua bumbu ada. Tegang, takut, mau menang sendiri, bertahan hidup, sedih, kesal, menyesal. romantis. Komplit :)

MINUS

- Wanita yang tergigit dan terinfeksi lari ke kereta. Dia mengaduh itu kenceng loh, padahal petugasnya cuma beberapa senti dari pintu luar kereta. Masa iya ga kedengaran dia merintih kesakitan???

- Saat kereta baru banget berangkat, petugas di luar kereta diserang 1 zombie. Masa yang ngeliat cuma Soo An? Ke mana yang lain yang duduk di belakang Soo An? Masuk akal kalo tempat duduk Soo An di gerbong paling belakang dan kursinya di deretan paling belakang banget.

- Wanita yang terinfeksi keluar dari pintu gerbong 10. Bok itu jalannya aja dah aneh, kaku, kejang, patah-patah kayak setan Kayako. Pas jatuh juga GUBRAKnya kenceng. Pintu antar gerbongnya dari kaca bening gitu lagi. Masa iya ga ada yang "ngeh"???

- Soal pintu. Secara gue belom pernah ke Korea jadi gue ga tau kondisi kereta di sana. Awalnya pintu kereta gue pikir otomatis (buka-tutup sendiri tanpa kita pegang), nyatanya ada beberapa scene gue liat gagangnya harus dipegang dulu. Tapi beberapa scene juga, gue liat zombienya lewat tanpa dy buka gagang pintu (secara ga mungkin zombie buka pintu). Nah loh. Jadi sebenarnya tu pintu bukanya gimana? Apa bisa 22-nya?

- Pas tuna wisma minta masuk gerbong 13, ia teriak bilang "Biarkan aku masuk." Sung Gyeong membukanya. Itu dia keras banget bicaranya. Ko bisa zombie-zombie di gerbong 12 sama 13 ga dengar?? Khan kaca pintu 12 pecah. pintu 13 kebuka o.O

- Hari ulang tahun Soo An adalah hari yang sama atas tragedi zombie2 di sekeliling Soo An dan perubahan ayahnya menjadi zombie. Hari yang naas.

RATING 7.5 (scale 10)

Thursday, January 19, 2017

思い出は


バンコク、タイ
食べる
ビール
ブレスレット
ドラゴンボール
笑顔

そのような天空の眺め

- Ladyrocker Lavigne, Jan 19th 2017 12.00 AM -