Sunday, June 19, 2016

Gunslinger Girl

Gunlinger Girl (GS)
"If I had somebody I really, really loved a lot and I found out that this love would never, ever be returned then I'd kill him. And after he was dead, I'd kill myself."
     Dari kata2nya dah bisa ketebak pasti ceritanya ada hubungannya sama "gun" dan "girl". IYES! That's right! GS itu manga jebolan Jepang like usual. Genre-nya action. Pertama kali gue tau tentang GS itu jaman SMA (2003-2006). Waktu itu gue langganan majalah Animonster. Nahhh... darisitulah gue tau tentang GS. Kalo komiknya, gue ga pernah baca selama di Indonesia. Gue baru baca komiknya bulan2 kemarin, untungnya ga pake Bahasa negara sini, pakenya B. Inggris. Jadi okz-lah buat dibaca,
Sumber gambar: imageevent.com
    Kali ini gue ga bahas reviewnya, lebih ke ceritanya secara general. Soalnya kalo gue bahas review.. Biasanya detil banget, apalagi GS punya 15 episode, jadi ngos2an juga kalo gue tulis reviewnya HAHAHA... GS punya 2 versi, manga dan anime. Yang bakal gue bahas manga-nya. BIASANYA manga itu beda-beda dikit sama anime dari segi alur cerita. Berhubung gue belum nonton animenya, jadi nothing to compare. Just talk about the manga.
     Setting lokasi cerita GS dominan di Itali. Ibarat Jepang punya Yakuza, Itali punya mafia. Itu udah terkenal banget, bukan cerita awam. Satu organisasi di bawah pemerintahan bernama "The Social Welfare Agency" punya tanggung jawab untuk membasmi teroris "Padania" di wilayah Itali. Orang awam mengenal organisasi ini sebagai organisasi yang mengambil dan membantu anak2 kecil setelah suatu kejadian yang buruk menimpanya. Namun, praktek sebenarnya mereka menjadikan gadis2 kecil ini sebagai "cyborg" - alat untuk membasmi teroris2 dan sebutan asli organisasi ini adalah "Secret Government Agency". Organisasi ini terdiri dari agen2 yang dulunya bekerja untuk kepolisian, militer, dll. Ga hanya agen2, ada juga dokter dan scientist. Scientist-lah yang memprogram "manusia menjadi robot" (conditioning) dan dokter yang melakukan operasinya. Setelah operasi selesai, Tiap cyborg akan didampingi oleh 1 agen yang akan jadi "handler"-nya. Pasangan cyborg dan handler disebut Fratello. Banyak agen yang bekerja di organisasi ini namun ga punya cyborg. Karna saat melakukan seleksi anak yang akan dijadikan cyborg dan melakukan programming bukan pekerjaan mudah, butuh waktu dan tenaga.
     Se-perfect apapun robot buatan tangan manusia, tetap punya kelemahan. Kelemahan mereka di mata. Kalo kena tembak/serangan fatal/berat di mata, mereka bisa mati. Kalo serangan fatal di tubuh, masih bisa diperbaiki. Meski hanya luka gores atau luka fatal atau saat diadakan tes lab, cyborg akan di conditioning. Conditioning memberikan beberapa efek samping bagi cyborg, contohnya: Ingatan mereka akan masa lalu akan ilang permanen (meski kadang suka membekas). Ingatan mereka yang sekarang terkadang suka ilang (Kasus Angelica dan Henrietta). Lalu, cyborg ga hanya patuh sama handler-nya, namun suka dan cinta. Makin sering mereka di conditioning, maka umur mereka akan semakin pendek karena tubuh mereka ada batas waktunya.
     Setelah sukses sama cyborg generasi pertama, organisasi bikin projek bikin cyborg generasi kedua. Kali ini targetnya remaja. Saat cyborg bertugas/kerja, mereka selalu membawa senjata. Jika generasi pertama, membungkus senapan mereka dengan cover alat musik seperti biola, generasi kedua membungkus senjata mereka dengan kotak peralatan make up.


KARAKTER GUNSLINGER GIRL
- Henrietta (Etta)
Sumber gambar: www.taringa.net

     Masa lalu sebelum jadi cyborg: Dia dan keluarganya korban pembantaian di rumahnya sendiri. Hanya dia yang selamat (sekarat) dan langsung diambil alih sama organisasi.
Henrietta cinta banget sama handlernya, Jose. Ia sering nangis, perasa, gelisah, murung, sedih kalo ada apa2 sama Jose. Di akhir2 chapter, ia di-reset ulang hingga sifat aslinya hilang semua, jadi kayak robot beneran. Agak2 korslet pas perang terakhir, membuat ia melukai Jose yang dicintainya. Ia meninggal di tangan Jose (saling bunuh) karena kesepakatan bersama.

- Jose Croce
Sumber gambar: tvtropes.org
     Anak kedua dari keluarga Groce. Dia lebih kalem dibanding kakaknya. Ia baik dan deket sama Henrietta karena bayang2 adik kandungnya, Enrica yang meninggal saat kecelakaan mobil. Kalo menurut gue, dia ga cinta sih sama Henrietta. Dia meninggal saat final war di tangan Henrietta, ia pun membunuh Henrietta sesuai kesepakatan mereka.

- Triela
Sumber gambar: dev.kefche.com
     Masa lalu sebelum jadi cyborg: Triela adalah korban penculikan, pemerkosaan dan mutilasi. Hampir ga tertolong saat ditemukan. Menurut gue dari semua cyborg, masa lalu Triela sangat naas.
Triela paling dewasa di antara semua cyborg. Ia paling solider, peduli sama lain, cemas kalo ninggalin cyborg lain kalo sedang bertugas.
Ia meninggal saat final war, ia berjuang sampai titik darah terakhir untuk membasmi musuh2 yang datang.

- Victor Hilshire (Hartman)
Sumber gambar: gunslingergirl.wikia.com
     Hilshire salah satu orang yang menemukan dan ikut menolong Triela sebelum ia jadi cyborg. Karena itu ia merasa bertanggungjawab atas hidup Triela sampai akhir. Meskipun terkesan "ga cinta sama Triela" tapi ia sangat peduli. Ia suka memberi Triela boneka Teddy Bear.
Ia meninggal saat final war. Ia pergi ke tempat Triela dan ikut membasmi teroris2 sampai titik darah terakhir. Ia meninggal bersama Triela.

- Rico
Sumber gambar: konachan.com
     Masa lalu sebelum jadi cyborg: Rico sakit dari lahir. Ia ga bisa menggerakan tangan dan kaki.
Rico masih kayak anak kecil banget. Ia selalu gembira, senang, cengengesan, dll. Sikapnya santai. Awalnya bingung juga, kenapa Rico yang dipilih sebagai fratello-nya Jean. Mungkin karena ia anaknya "nyantai" jadi ga terlalu "perasa" kalo lagi dimarahin Jean.
Ia meninggal setahun lebih kemudian setelah final war. Bukan karena perang tapi tubuhnya udah sampai batas waktu conditioning.

- Jean Croce
Sumber gambar: tvtropes.org
     Anak sulung keluarga Groce. Ia tegas, disiplin, jarang senyum. Ia juga ketua divisi seksi 2. Bisa dibilang dia bos dari semua fratello. Ia hampir meninggal saat final war. Untungnya Rico nolong dia, sehingga ia selamat.

- Angelica (Angie)
Sumber gambar: absoluteanime.com
     Masa lalu sebelum jadi cyborg: Dulunya Angelica anak dari keluarga yang normal. Semua berubah saat ayahnya sendiri berusaha membunuhnya dengan menabrak Angelica dengan mobil.
Angelica adalah cyborg pertama yang dibuat. Karena ia pioneer maka tubuhnya mengalami banyak masalah. Ia sering banget sakit, conditioning yang berlebih membuatnya sering hilang ingatan. Awal2 jadi cyborg, dia selalu di rumah sakit. Angelica juga cyborg pertama yang meninggal akibat conditioning. Conditioning terakhir yang diterimanya sebelum meninggal karena menolong Marco dengan tubuhnya sendiri dari ledakan bom yang sangat dekat lokasinya dengan mereka. Para dokter dan scientist memprogram cyborg saat terjadi ledakan adalah "menunduk", namun Angelica malah menghadang terbuka berdiri sebagai tameng. Itu bukan program melainkan keinginan Angelica yang tidak ingin Marco meninggal.

- Marco
Sumber gambar: animevice.com
     Awalnya Marco sayang dan simpati sama Angelica. Lambat laun perlakuannya berubah jadi dingin. Ia BT sebenarnya karena dokter dan scientist terus melakukan conditioning sama Angelica hingga membuatnya lupa ingatan.... jadi tugas Marco untuk terrrrrrrrrrrrrruuuuuuuuuussssssss menerus ngajarin Angelica dari awal (cara make senapan, dll). Masuk akal c BT juga, masa ngulang muluk -___- Ia menangis saat Angelica meninggal.

- Claes
Sumber gambar: japanimes.fr
     Di manga ga ada cerita tentang masa lalu Claes. Yang bisa diketahui dulunya dia anak seorang profesor. Claes, seorang cyborg yang pendiam. Hobby baca buku, melukis, mancing dan berkebun. Handlernya yang meninggal membuatnya jadi "kelinci percobaan" saat dokter dan scientist menguji coba hal baru untuk program cyborg. Di versi manga, ia hidup paling akhir di saat cyborg lain udah pada meninggal karena conditioning. Hal ini karena, Claes selalu jaga kandang. Ia hanya tinggal di organisasi setelah handlernya meninggal.
Di akhir cerita, ia masih hidup karena jarang berada di lapangan untuk bertempur hingga ia hanya sedikit merasakan conditioning.

- Claudio Raballo 
     Handler Claes yang udah meninggal. 

- Petrushka (Petra)
Sumber gambar: desktopanimewallpaper.com
     Masa lalu sebelum jadi cyborg: Petra seorang penari balet yang ingin jadi tenar. Namun, cita2nya kandas saat diketahui ia punya kanker dan harus segera amputasi kaki.
Ia diajari make up dan dandan sama Alessandro. Sifatnya lepas, terbuka, ceplas ceplos.

- Alessandro (Sandro) Ricci
     Alessandro sempat bicara sama Petra sebelum ia jadi cyborg. Ia ga tau kalo Petra akhirnya jadi cyborg. Ia punya keahlian "meramal". Well, sebenarnya bukan cenayang gitu. Tapi karena dia "serius" banget sama pekerjaannya yang dulu dan ia banyak membaca. Dia suka meneliti profesi seseorang.

- Beatrice
Sumber gambar: kalasraven.deviantart.com
     Well well well.... Di manga ga banyak cerita tentang Beatrice. Ia "mateks" (mati ekspresi). Ibaratnya lempeng. Sebelum final war, ada perang hebat juga yang terjadi. Beatrice meninggal karena mengeluarkan bom misil seberat 500 kg dari jendela yang kemudian diledakan sama teroris. Jasadnya sama sekali ga berbekas, yang tertinggal hanya sepatu, senjata, dll  dari dirinya.

- Bernardo
     Ga bayak cerita tentang Bernardo. Satu yang pasti, dia doyan ngomong.

- Elsa
Sumber gambar: www.animevice.com
     Elsa adalah cyborg pertama yang meninggal. Ia membunuh handlernya karena cintanya ga berbalas, kemudian membunuh dirinya sendiri.
Karena kasus kematian Elsa-lah, Henrietta dan Jose setuju melakukan hal yang sama.

- Lauro
        Nah loh. Ga ada cerita sama sekali tentang Lauro. Tetiba dia udah meninggal aja. Ia, handlernya Elsa. Ia sama sekali ga cinta Elsa dan sikapnya acuh (dingin). Ia meninggal dibunuh Elsa.

- Pinocchio
Sumber gambar: tvtropes.org
     Wow... Gue sangat suka Pinocchio =))
Dia sangat ganteng dan skillful. Dulunya, ia adalah seorang budak yang dikurung, Ia ditolong Cristiano dan sangat menghormati Cristiano.
Ia meninggal saat berhadapan dengan Triela.

- Caterina (Franca)
Sumber gambar: tvtropes.org
     Franca keluar dari universitasnya dan jadi teroris demi bales dendam akan kematian papanya. Ia partner Franco. Ia terluka ditembak beberapa kali sama Angelica saat sedang kabur sambil nyetir mobil. Ia sekarat, membuat mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan. Ia meninggal bersama  partnernya, Franco.

- Franco
     Partnernya Franca. Keahliannya mahir dengan alat peledak. Sikapnya sangat berhati-hati sama sesuatu. Namun, ia care banget sama Franca. Ia meninggal bersama Franca saat hendak menolong Pinnochio dan Cristiano.

- Enrica Croce
     Adik bungsu Jean dan Jose yang meninggal dalam kecelakaan mobil. 

- Rossana
     Bos Alessandro dari pekerjaannya yang dulu. Cantik dan pintar, jenius lebih tepatnya. Dari Rosanna-lah, Alessandro belajar semuanya (make up, totalitas dalam bekerja, mencintai pekerjaan, dll). Karena pekerjaan, ia harus "tidur" dengan orang2 yang ia selidiki. Saat tahu ia hamil, ia pergi ke ke desa terpencil dan membesarkan anaknya seorang diri.

- Rachelle Belleut
     Ia salah satu selain Hilshire yang menyelamatkan Triela saat kondisinya kritis. Ga lama ia meninggal akibat luka tembak.

- Monica Maria Petris
     Big boss divisi seksi 1 dan 2.

- Priscilla
     Tim intel dan IT divisi seksi 2. Kayaknya cyborg kesukaannya Angelica sama Henrietta.

- Julia Aprea
     Prajurit Carabinieri. Teman masa kecil Enrica. Ia ikut andil dalam final war atas kemauannya sendiri.

- Sophia Durante
     Tunangan Jean yang tewas dalam kecelakaan yang menimpa keluarga Croce.

- Cristiano Savonarola
     Salah satu big boss dari kelompok teroris Padania. Ia mengasuh Pinocchio. Sejak kejadian kecelakaan mobil dengan Franca dan Franco, ia jadi sakit.
"She always looked like she had a smile hiding at the corners of her lips but tears in the corners of her eyes."

KARAKTER FAVORIT:
Emmm... Bicara tentang karakter favorit, ga ada bener2 gue SUKA PAKE BANGET. 
Cuma kalo disuruh milih. Gue pilih Triela. Soalnya dewasa, bisa diandelin, setia kawan banget, kayak "ngemong" cyborg yang lain, kadang lembut kadang beringas, kadang sensitif, kuat tapi kadang suka nangis, ada sisi lucunya juga. Kalo dari segi fisik, gue suka Angelica. Dia manis, imut, penurut, lembut, penyayang anjing, berjuang keras dalam latihan, suka pake pita.
Kalo handler... Gue suka siapa ya?! Hmmm... Mungkin Hilshire sama Alessandro. Alessandro total dalam bekerja. Ia juga suka baca buku. Cool sih orang yang sempet baca buku setelah jam kerjanya yang luar biasa padat.
Kalo teroris... Gue SUKA Pinocchio dong!!! HAHAHAHA....
Kalo karakter lain... Gue suka Rossana. Karna orang awam dan co-worker lain ngeliat dia pekerja keras yang ga mikirin hal lain bahkan terlalu serius. Cuma Alessandro yang ngertiin dia secara partner kerja maupun personal. Dia juga pinter banget dan cantik. Dia total banget dalam bekerja meskipun pekerjaannya beresiko banget bahkan bisa mengubah hidupnya, meski begitu ia ga pernah menyesal.

OPINI
     Menurut gue cerita ini bagus. Action banget dan lokasinya ga di Jepang. Kalo kita bahas di dunia nyata, ya jelas gue ga ngedukung ini organisasi. Mau apapun alasannya, gue ga stuju manusia saling bunuh. TAPI kalo bahas dunia cerita (fiksi), perlu banget ada organisasi kayak gini. Itung2 nyelamatin nasib para gadis yang kelam2 banget. Bukan "nyelamatin" sih cuma lebih ke "memberi mereka kesempatan untuk hidup sedikit lebih lama" karena pada akhirnya mereka bakal meninggal karena conditioning.
      Dari segi cinta2an... Cukup bikin shock... Ini cyborg generasi pertama khan kira2 umur 10-14 tahun, tapi udah kenal cinta2an bahkan cintanya sampe "lebih baik drpd ga bs bersama, mending gue bunuh tu orang yang gue cinta trus gue abis itu mati juga. Jadi fair." Logikanya rata2 umur segitu emang udah mengenal rasa suka. Tapi kalo "cinta sampe rela mati" kayaknya ga gitu juga o.O
Terlalu ekstrim, TAPI kalo ini efek conditioning yaa ga bisa berbuat apa2. Terima aja tu nasib.
Kalo ngebunuh itu ga dosa di dunia nyata MUNGKIN itu termasuk salah satu jalan terbaik yang bakal dipilih banyak pasangan, "Lebih baik gue bunuh loe daripada loe harus sama orang lain terus gue akan bunuh diri sendiri." TAPI KENYATAANNYA tetep ga boleh yaaa.... Hahahahaha... Eling eling.. Bunuh diri = Neraka *grin
Sumber gambar: www.fanpop.com
     Gue agak kaget ya pas tau ending-nya Henrietta sama Jose. Karena Henrietta itu tokoh utama (Paling utama malah) tapi matinya gitu. Korslet sama dirinya sendiri jadi ngebunuh handlernya sendiri. Set dah! =))

No comments:

Post a Comment