Friday, December 11, 2015

Movie Review: Harry Potter and The Sorcerer Stone (2001)


Siapa yang ga tau coba sama sekuel Harry Potter. Film yang diangkat dari novel karya J. K. Rowling ini SANGAT mendunia. Meski banyak menuai kritikan tapi menurut gue, film ini OKZ BGT.

Awal cerita dimulai dengan kisah Harry Potter and The Sorcerer Stone (Harry Potter dan Batu Bertuah). Ini adalah awal dari segala awal cerita Harry Potter dimulai.

Prof. Albus Dumbledore (Richard Harris), kepala sekolah Hogwarts, sekolah sihir datang ke jalanan Privet Drive bersama dengan Prof. McGonagall (Maggie Smith) menanti Rubeus Hagrid (Robbie Coltrane) datang membawa bayi laki-laki bernama Harry Potter (Saunders Triplets). Mereka membawa Harry ke kediaman Vernon Dursley (Richard Griffiths) dan Petunia Dursley (Fiona Shaw), paman-bibi Harry dari pihak ibunya yang berdarah Muggles (manusia biasa). Prof. McGonagall agak cemas, karena mereka adalah muggles yang bertabiat buruk, namun apa boleh buat. Mereka adalah satu2nya wali Harry yang sah.

Menginjak usia ke 11, Harry Potter (Daniel Radcliffe) dibesarkan kayak anak tiri, Harry pasrah aja. Belom lagi Dudley Dursley (Harry Melling), anak Vernon dan Petunia yang juga saudara Harry resenya selangit. Harry dan keluarga Dursley pergi jalan-jalan ke kebun binatang. Di rumah reptil, Harry dapat berbicara dengan ular besar. Ia mengeluarkan ular besar dengan sihir yang tak sengaja :p Sang ular mengucapkan terima kasih, sebagai gantinya, Dudley yang masuk ke dalam ruang kaca tempat ular tadi :))

Esok2nya, Harry menerima sepucuk surat untuk dirinya. Vernon ga ngebolehin Harry dapat sepucuk surat pun. Tapi... JENGJENG... Ratusan surat datang seketika untuk dirinya lewat cerobong asap tapi Vernon tetap melarang. Sampe bela-belain pergi ke sebuah pulau terpencil. Malamnya saat Harry ulang tahun, Hagrid datang ke gubug pulau itu. Ngasih Harry kado kue ulang tahun yang ke-11. Dia ngasih tau semuanya tentang orang tua Harry, James Potter (Adrian Rawlins) dan Lily Potter (Geraldine Somerville).

Paginya, Hagrid nemenin Harry beli semua kebutuhan Harry untuk tahun pertamanya sekolah. Di jalan Harry ketemu Prof. Quirrell (Ian Hart), guru Pertahanan untuk Ilmu Hitam. Lanjut ke Diagon Alley, ibaratnya shopping district. Sebelum beli kebutuhan sekolah udah bisa dipastikan mereka ke Gringotts Bank buat ambil duit, sekalian Hagrid ambil "sesuatu" di sana.

Hagrid ninggalin Harry yang kebingungan nyari platform 9 3/4 di St. KingCross, London. Di stasiun dia ketemu Ron Weasly (Rupert Grint) sekeluarga yang nunjukin dia cara ke platform 9 3/4. Di perjalanan, dengan kereta menuju Hogwarts, Harry berteman dengan Ron. Kemudian bertemu Hermione Granger (Emma Watson).

Sesampainya di sekolah sihir Hogwarts, anak baru tahun pertama memasuki "Great Hall". Dipilih oleh Sorting Hat menuju asrama yang mana. Ada 4 asrama, yaitu Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff dan Ravenclaw. BIASANYA karakter dan watak menentukan asrama masing-masing (HAHAHA). Di sana Harry berkenalan dengan Draco Malfoy (Tom Felton). Hermione dan Ron masuk asrama Gryffindor, sedangkan Malfoy Slytherin. Sang topi yang awalnya bingung memasukkan Harry ke mana, namun Harry memilih Gryffindor, maka di-IYA-kan sama sang topi.

Pas makan malam, Harry nanya ke P ercy Weasley (Chris Rankin) tentang Prof. Severus Snape (Alan Rickman). Sir Nicholas (John Cleese) Nearly Headless "hantu" Gryffindor memperkenalkan diri.

Percy bertugas sebagai "prefect" sejenis osis kalo di dunia kita :)) mengantar murid baru ke Ruang Rekreasi (kongkow) Gryffindor dan kamar mereka.

Esoknya, pelajaran hari pertama mulai. Dimulai dengan Transfiguration Class, ajaran Prof. McGonagall dan Potions, ajaran Prof. Snape. Jelas terlihat Prof. Snape ga suka Harry (KAKU sama Harry lebih tepatnya). Hari itu juga Harry cs dapat kabar kalau Bank Gringgotts ruang 713 (tempat Hagrid ngambil batu bertuah) dibuka paksa oleh seseorang yang hendak ngambil itu batu.

Nah! Pelajaran terbang pertama dimulai, ajaran Madam Hooch (Zoë Wanamaker). Dari semua pelajaran, Harry paling mahir yang ini. Neville Longbottom (Matthew Lewis) kehilangan kendali saat mengemudikan sapu hingga membuatnya cedera. Remembrall, bola transparan miliknya jatuh di halaman. Draco mengambilnya, naik ke atas sapu dan melemparkannya jauh-jauh. Harry yang melihatnya mengejar dengan sapunya. Remebrall berhasil jatuh ke tangan Harry. Sekejap Prof. McGonagall datang menghampirinya. Semua mengira ia akan dimarahi karena larangan naik sapu. Ternyata tidak. Prof. McGonagall memanggil Harry untuk mengenalkannya pada Oliver Wood (Sean Biggerstaff), kapten olahraga Quidditch Gryffindor. Kebetulan posisi "seeker" kosong dan Prof. McGonagall merekomendasikan Harry.

Gegara tangga bergerak, Harry cs sampai di lantai 3 yang terlarang. Saat hendak pergi, mereka kaget liat Ms. Norris, kucingnya Filch (David Bradley) penjaga sekolah Hogwarts. Mereka lari sampai ke tempat anjing berkepala 3, yang mereka curigai menjaga "sesuatu" di kakinya.

Oliver mengajari Harry main Quidditch. Olahraga yang cukup menguras adrenalin. Setelah itu, pelajaran Prof. Flitwick (Warwick Davis). Ron kesal akan sikap Hermione yang sok ngajarin. Membuat Hermione sepanjang hari menangis di kamar mandi wanita. Saat makan malam di Great Hall, Prof. Quirrell teriak karena Troll dewasa masuk ke gedung sekolah, teriakannya mengejutkan hingga membuat semua murid panik. Harry dan Ron mencari Hermione di kamar mandi, dan mendapati Troll dewasa sudah ada di sana menyerang Hermione. Kasus Troll selesai dengan aksi heroik Harry dan Ron, ditutup dengan hadirnya para guru.

Pertandingan Quidditch lawan Slytherin dimulai. Harry satu-satunya pemain tahun pertama setelah sekian lama. Saat pertandingan, sapunya mendapat mantera/jinx hingga ia kalang kabut. Salut pada Hermione yang bikin api di jubah Prof. Snape mengakibatkan keributan, membuat sapu Harry kembali normal. Golden snitch berhasil Harry tangkap pakai mulutnya.

Natal tiba. Harry mendapat "Invisibility Cloak", barang turun temurun dari ayahnya. Ia gunakan untuk mencari nama Nicholas Flamel di perpustakaan bagian terlarang. Sempat mencuri dengar pembicaraan Prof. Snape dan Prof. Quirrell. Ketika hendak pergi, Harry malah sampai ke ruangan yang terdapat Cermin Tarsah di sana. Harry melihat orang tuanya berdiri di sampingnya dalam cermin. Buru-buru ia memanggil Ron untuk datang melihat cermin. Saat melihat, Ron mendapati dirinya yang memegang piala Quidditch. Barulah Harry sadar jika cermin itu memunculkan apa yang masing-masing harapkan. Hari demi hari Harry habiskan waktunya di depan cermin itu. Prof. Dumbledore mengingatkan bahwa apa yang tersirat dalam cermin hanyalah belaka. Ia melarang Harry terus menerus melihat cermin itu.

Akhirnya Harry cs menemukan info tentang hubungan Dumbledore dan Nicholas Flamel. Mereka juga mengetahui tentang batu bertuah yang dijaga Fluffy di lantai 3 sekolahan. Mereka langsung mendatangi pondok Hagrid. Harry cs terus menerus curiga sama Prof. Snape kalo dia yang bakal ngambil bertuah itu. Hagrid memperingatkan kalo justru Prof. Snape ikut ngelindungin batu bertuah itu karena seorang guru juga di Hogwarts. Harry cs juga ketemu Norbert, naga yang baru lahir di pondok Hagrid. Malfoy kepergok lagi ngintip pondok Hagrid. Mulai peran antagonisnya, Malfoy ngadu ke Prof. Mcgonagall. Harry cs kena hukuman. Senjata makan tuan, Malfoy juga ikut dihukum sama Harry cs karena berkeliaran juga pada malam hari (ngelanggar aturan).

Harry cs plus Malfoy ditemani Hagrid pergi ke Forbidden Forest. Dibagi jadi 2 kelompok, kelompok Harry, Malfoy dan Fang-lah yang menemukan unicorn  udah wafat, dimakan "something" :(((((. Bekas luka Harry langsung sakit. Fang dan Malfoy udah lari ngibrit. Si "makhluk" ngedektin Harry, hendak nyerang. Firenze, centaur yang emang tinggal di Forbidden Forest. Si "makhluk" pergi ditoyor Firenze (Dari segi body kalah jauh). Harry tau dari percakapan mereka, kalo Voldemort bangkit lagi dan butuh batu bertuah untuk bisa hidup abadi. Fang dan Malfoy balik lagi ke tempat Harry berada, kali ini bareng sama Hagrid, Ron dan Hermione.

Harry cs diskusi di depan perapian ruang rekreasi. Harry berpendapat Prof. Snape yang membantu Voldemort untuk nyuri itu batu bertuah.

Masa ujian tiba. Cuma Hermione yang menikmati ujia WKWKWK. Mereka jalan sampe ke depan pondok Hagrid, mendapati Hagrid lagi niup flute (kenal banget sama lagu yang dimainin Hagrid =)) ). Hagrid ga sengaja ngebocorin rahasia tentang Fluffy kalau yang cara untuk melumpuhkan Fluffy itu harus mainin musik di depannya, biar dia tidur. Hohohoooo.... Untunglah bukan dengan cari dibunuh (JANGAN! Ga bolee bunuh binatang!!). Harry cs langsung lari ke dalam sekolah. Mereka ingin ketemu Prof. Dumbledore melalui Prof. McGonagall. Sayangnya, Prof. Dumbledore lagi ga ada di tempat. Harry cs berusaha meyakinkan Prof. McGonagall tentang batu bertuah yang akan dicuri, boro2 percaya malah disuruh pergi. Di luar ruangan, Harry cs ketemu Prof. Snape. Sedikit berbincang dingin. Ngakak bgt gue di sini liat reaksi Hermione ngomong terbata-bata sama Prof. Snape Hahahaa...
Harry memutuskan malam ini juga, mereka akan ke tempat batu bertuah itu.

Et et et... pas malem mereka mau keluar, dihadang sama Neville. "Petrificus Totalus"... Hermione minta maaf dan ngeluarin spell. Badan Neville beku seketika. Ron telen ludah Hahahaaa.... Mereka pun cus pake Invisibility Cloak. Pas di ruangan Fluffy, udah ada harpa yang mainin lagu pengiring Fluffy bobo. Pas mindahin tangan Fluffy yang nutupin pintu masuk. JENGJENG... Kayaknya ada yang ga beres. Harpanya berhenti main musik, Fluffynya bangun. Langsung tanpa tedeng aling2, mereka masuk ke dalam dan harus berhadapan sama Devil's Snare. Hnaya dihadapi cukup dengan RELAX! Ron satu2nya yang ga bisa relax, hingga Hermione harus turun tangan ngebantuin dia. Rintangan kedua, sapu terbang. Ini keahlian Harry dan tantangan termudah bagi gue. Harry cukup naik ke atas sapu dan ngambil kunci bersayap satu. Masuk ke ruangan berikutnya. Ini dia Chess Game!! Ini tantangan yang paling gue suka. Unik banget mamen! Ron di sini sebagai bosnya. Saaaiiikkkkkk :)))))) Dia nyuruh Harry main jadi menteri, Hermione jadi ratunya dan Ron jadi kuda (ksatria yang nunggangin kuda). Pertarungan barbar yang sengit, hingga Ron mengorbankan tubuhnya sendiri agar mereka menang, Harry bisa melanjutkan. Ron pingsan. Hermoine membawa Ron ke Hospital Wing dan mengirimkan surat kilat untuk Prof. Dumbledore agar segera kembali ke Hogwarts. Harry melanjutkan petualangannya sendirian.

Harry kaget bukan kepalang. Mendapati Prof. Quirell bediri di depan Cermin Tarsah. Lho?! Kenapa bukan Prof. Snape? WKWKWKK.... Malah Harry lebih terbelalak lagi pas tau kalo ternyata Prof. Snape-lah yang nolong Harry pas Quidditch sebelumnya dari jinx kutukan Prof. Quirell. Pas Prof. Quirell ngebelakangin Harry, bekas luka Harry sakit. Tetiba ada suara. Ini pertama kalinya Harry ngomong langsung sama Voldemort. Jijik banget gue liat Voldemort di belakang kepala Prof. Quirell. Masih mending ngeliat Jigsaw dah WKWKWK...

Terjadi pertarungan antar Harry dan Voldemort ngerebutin batu bertuah yang sekarang ada di tangan Harry. Harry selamat karena telapak tangannya bisa bikin hangus tubuh Prof. Quirell (Harry jadi pembunuh dong di usia muda?!? WKWKWKKKKK). Roh Voldemort melayang entah ke mana dan Harry pingsan.

Bangun2 udah ada di Hospital Wing dengan begitu banyak bingkisan. Prof. Dumbledore menjenguknya dan bercakap-cakap dengannya. Prof. Dumbledore bilang batu bertuah udah dihancurkan. Dia juga bilang kalo kekuatan di telapak tangan Harry itu ada tanda cinta dari pengorbanan ibunya. Harry keluar ngeliat Hermione dan Ron yang udah sehat :)

Saat yang ditunggu. Siapa asrama yang memenangkan  House Cup. Slytherin menempati urutan teratas. Prof. Snape tepuk tangan kenceng dan semangat #kocak Et et et... tunggu dulu. Karena jasa kepahlawanan Harry cs plus Neville, mereka memenangkan House Cup! HOHOHO..... Pada tepuk tangan girang. Masa libur semester dimulai. Semua murid balik ke rumah mereka masing-masing. Harry pamitan sama Hagrid. Sebagai kenang-kenang2an Hagrid ngasih Harry album foto.

Ini film perdana Harry Potter bagi gue sih udah bagus banget. Sebelum tau kalo film ini diangkat dari novel, gue malah ga tau ada novelnya. Pas gue nonton filmnya dan jadi demen Harry Potter. Nyokap gue langsung beliin 4 biji novelnya (saat itu baru beredar 4) ditaro langsung di bantal kamar tidur gue. Hahahaa... #pelukemak :*

Chris Colombus sbagai sutradara OKE BGT. Biasanya kalo film serial emang harus dibagusin film seri pertamanya. Biar penonton smakin menggebu2 nonton film sekuel berikutnya. Hehehee....

PLUS
- Peran Hermione di film ini sangat "gimmick". Ia memainkan perannya dengan amat sangat bagus. Bisa dibilang gue paling suka Hermione di sini dbanding seri Harry Potter lainnya.
- Peran Oliver Wood, kapten Quidditch gue juga suka. Kelihatan wibawanya sebagai kakak kelas dan kapten. Berwibawa tapi ada kocaknya.
- Strategi perang yang paling gue suka di film ini adalah CATUR. Otak J. K. Rowling keren banget dengan imajinasi catur hidupnya. Very unique! And, I must standing applause for it.

- Perangkap2 yang dibuat untuk sampai ke tempat bertuah.
1. Devil's Snare --> Berkat kepintaran Hermione, mereka bisa melaluinya.
2. Sapu terbang --> Keahlian Harry.
3. Catur --> Berkat kemahiran main Ron, mereka bisa melewatinya. Padahal Ron ketakutan setengah mati tapi demi Harry dia mau ngelakuinnya. Untuk catur ini, gue acungin jempol 4 (plus jempol kaki). J.K. Rowling mikirin banget pertarungan kayak gimana yang unik, berkarakter, ga ada di otak orang lain tapi bisa dimenangin sama anak SMP kelas 1. Harry cs di sini usianya 11 tahun, kalau di Indonesia ibaratnya kelas 6 SD-1 SMP. Gokz gokz banget itu otak J.K. Rowling #applause
See? Masing2 perangkap melambangkan masing2 ability Harry cs. Gue liat hal itu sebagai hal yang OKE BANGET.
Untuk orang awam dunia per-Harry Potter-an pasti ngerasa Hermione lebih berguna dibanding Ron sebagai teman Harry (Iya sih :)) ). Tapi di film perdana ini, J.K. Rowling mungkin pengen menghidupkan peran Ron dengan dikasih kemampuan jago main catur (Ayo Ron tanding catur ama gue, loe bakal menang ga!? WKWKWK). Dari segi cerita, itu bagus :)


MINUS
- Saat Filch ngasih tau Prof. Snape kalau ada tempat tidur murid yang kosong. Lalu kelanjutannya? o.O
- Chess game. Udah tersedia spot2 untuk Harry dan Hermione. Bidak ratu sama menterinya kosong. Tapi kalo ada bidak caturnya juga bingung. Mo ditaro di mana si Harry sama Hermione. Hemmmm... #elusjenggot
- Agak ga make sense yang telapak tangan Harry bisa bikin angus. Itu sifatnya temporary? Kayak tatto dong WKWKWK... Abisnya di film2 selanjutnya dia ga bakal ngegunain tangannya lagi untuk bikin angus orang. Itu kalo BBQ-an bisa make tangannya tuh buat matengin daging WKWKWK =))

RATING 9.5 (scale 10.00)

Thursday, December 10, 2015

Movie Review: Babysitter's Black Book (2015)

Awal nonton film ini karena yang empunya soundtrack lagu ini, ga lain ga bukan "Avril Lavigne", my twins. Judul lagu soundtracknya "Give You What You Like". Bitchy banget liriknya =))))
Perasaan gue nunggu ni film di bioskop ga nongol2 (entah gue yang missed, entah ga layak tayang bioskop di Indonesia). Akhirnya gue nonton film ini di Netflix. Syukurlah udaa ada di Netflix.

Sumber: viooz.ac


Sumber: https://www.tumblr.com


Benernya males nonton drama, tapi dorongan hati mewajibkan nonton. Milih-milih banget gue kalo nonton drama. Hehehe milkysmile
Dari judulnya udaa ketauan ada hubungannya ama "Babysitter". Yuk! Simak reviewnya.


Empat sekawan senior high school, Ashley (Spencer Locke), Rachel (Angeline Appel), Janet (Lauren York) dan Gilli (Steffani Brass) menjalankan bisnis "Family Buddies" dalam bidang jasa babysitting, tutoring and sports part time. Empat sekawan ini, masing-masing punya ciri khas dan masing-masing punya keluarga untuk diasuh. Ashley murid terpinter di kelasnya, dia ngasuh dan selalu punya ide-ide baru untuk bikin anak asuhnya senang main sama dia, Gilli anak art, dia ngasuh skaligus ngajarin anak2 asuhnya gambar, lukis dll yang berhubungan dengan art, Rachel jago semuanya kayaknya HAHAHA... Dia ngasuh sambil ngajarin olah tubuh. Janet jago olahraga, dia ngasuh anak remaja (Ngajak main bola, dll yang berhubungan dengan sport).

Mereka berempat masuk tahun terakhir di SMA, yang berarti mereka harus mikir baik-baik tentang kuliah mereka. Masing-masing punya mimpi dan cita-cita. Tapi yang namanya hidup, ga mungkin mulus-mulus aja. Apa masalahnya? DUIT! Panjang urusan bahas soal duit. Orang bisa berbuat apapun demi duit. Bahkan bisa bunuh2an.

Ashley suka sama temannya sedari dulu, namanya Daniel (Doug Noble). Daniel main football di tim sekolahnya. Untuk pelajaran, nilai dia buruk karena itu dia minta bantuan Ashley untuk ngajarin dia. Ashley mengiyakan (Ya iyalah orang suka).

Saat bisnisnya makin sibuk, Ashley menghadapi kenyataan pahit. Ibunya menutup tokonya (gulung tikar) plus orang tuanya akan make duit yang udah disiapin untuk Ashley untuk uang sehari-hari dan bayar utang sampai orang tuanya dapat kerja kembali atau mulai usaha lain lagi. Ditambah, untuk dapat keringanan atau masuk melalui jalur spesial (Biasanya ada jalur untuk orang-orang pintar, dipilih dari sekolahan), jadi bukan pakai jalur umum, via apply2 gitu, itu persyaratannya susah. Harus ini... dan itu... Linda (Perrey Reeves), ibu dari anak2 asuhnya menawarkan bantuan lewat Mark (Ryan McPartlin), suaminya. Ashley pun setuju dibantu Mark.

Rachel bisa dibilang yang paling dewasa. Dia juga dalang dari naik tingkatnya usaha babysitting ke usaha prostistusi. Dia perlahan mulai ngajak Janet untuk ikut naik level.

Ashley cerita sama Linda dan Mark tentang orang tuanya. Di sini Ashley cukup bijaksana menyikapinya karena dia ga nyalahin orang tuanya. Sebenarnya ga bisa dibilang jatuh miskin banget sih. Orang tua Ashley nganjurin Ashley untuk ke kampus "biasa" sambil kerja. Tapi Ashley maunya kampus2 ternama seperti UCLA dan teman2nya. Linda akhirnya nyuruh Mark nganterin Ashley pulang. NAH!! Cerita mulai mendalam dimulai dari sini. Mark nawarin Ashley bantuan. Di mana ada uang dan kedudukan, di situ ada kuasa. Sebel sih, tapi itu kalimat ada benernya di jaman sekarang ini. Mereka pelukan... ciuman...

Ashley lagi belajar bersama Daniel. Ceweknya Daniel nelpon. jeles geetooh! Ashley BT, cabut. Daniel nyegah diiming2in pizza kesukaan Ashley (pasti zodiaknya CANCER!!!) Ashleynya jadi "yaudahlah...." (Ya abisnya suka sih ya, jadi mo gimana lagi). Dia pun stay kembali di tempat Daniel.. belajar.

Di mana-mana dalam film selalu ada peran antagonis. Di sini peran itu diserahkan kepada Harper (Ashley Dulaney). Dia teman sekelas Ashley, terpinter kedua setelah Ashley. Bawaannya doi siriik muluk.

Weekend tiba. Mark dan Ashley pergi ke kampus Mark yang dulu untuk ngasih aplikasi. Malam pun tiba.. ENG ING ENG... ML-lah mereka.

Janet dan Rachel akhirnya ngasih tau Ashley dan Gilli tentang naik levelnya mereka. Mereka perlahan ngajak Ashley dan Gilli tapi mereka masih ga mau. Ashley yang sekarang terlihat nampak dewasa dan agak berubah dikit membuat Daniel jadi balik meliriknya. Daniel ngajak Ashley ke pesta dansa di sekolah. Pas nganter Ashley pulang, mereka ciuman.

Besoknya Mark nganterin Ashley balik (entah darimana). Mereka bertengkar. Intinya Mark pikirannya ga beres, dan Ashley masih punya otak. Jadi Ashley memutuskan untuk ga minta bantuan dari Mark soal uang kuliahnya (Apa gunanya dong yaaaa sampe udah ML segala).

Besok2nya Mark ngajak Ashley ketemuan. Mereka ke restoran.. ciuman dan kepergok Rachel di sana.

Ashley ga sengaja ketemu sama Linda. Bisa kebayang khan mukanya Ashley gimana ketemu Linda milkysmile. Linda minta Ashley balik lagi ngasuh anak2nya. Ashley bilang OK (terpaksa meureun) dengan syarat dia cuma bisa siang, seusai sekolah sampai sebelum jam 5 sore. Linda curiga tapi masih dielak sama Ashley.

Ashley dan Gilli memutuskan untuk ikut naik level bersama teman-teman mereka Rachel dan Janet. Semua tujuannya sama, HANYA DEMI UANG KULIAH. Akhirnya, ketemulah mereka sama para bapak2 kesepian kolam renang. Hanya Gilli yang merasa "ga beres" dengan apa yang dilakukan, maka ia memutuskan pergi dari tempat itu saat itu juga. Ashley sebenarnya ga mau ngelakuin itu tapi uang kuliahnya SUPER MAHAL, lebih mahal dari teman-temannya. Jadi apa boleh buat, 

Ashely keterima di kampus SUPER MAHAL yang dia mau WOOOAAAAAAA......
Dia ditawarin beasiswa sama beajar paruh waktu tapi tetep ga bakal cukup. Beasiswanya kayaknya ga full dan itu di kota lain, jadi dia juga harus mikirin biaya hidup. Harper yang denger yang ada jadi makin sirik. Daniel juga ikut ngasih selamat buat Ashley, dia juga ngasih kado baju ke Ashley bertuliskan "Pressman", nama kampus yang Ashley mau.

Janet hamil. Dia memutuskan untuk aborsi, sebenarnya dia takut tapi itu keputusannya. Cuma Ashley dan Gilli yang nemenin Janet pas di Rumah Sakit (RS). Pas di sekolah, Rachel nyamperin Ashley dan Gilli, nanya kabar Janet dan ngasih tau kalo Walker (Jeff L. Williams), salah satu om2 minta Ashley lagi. Harper juga nyari ribut sama Ashley, iri karena Ashley bakal masuk Pressman. Harper itu pinter dan kaya, cuma entah kenapa syiriiik banget pribadinya, padahal Ashley ga pernah nyari ribut sama Harper. Ga guna juga ngeladenin Harper, hidupnya udah sibuk buat nyari uang. Ashley memutuskan untuk berhenti naik level ke Rachel. Dia ngerasa jalan yang dipilih ga banget dan sangat kotor.

Saat pengumuman ranking terbaik, Ashley dan Harper kepilih jadi best students. Tentu dengan Ashley sebagai yang ranking 1. Ternyata, Walker adalah omnya Harper. HHHHIiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii... nggilani banget punya om kayak gitu. Harper tau kelakuan omnya dan tau Ashley ada main sama omnya. Harper ngancem Ashley akan ngebeberin rahasianya ke smua orang dan media kalau Ashley ga narik aplikasinya ke Pressman, karena Harper juga ngasih aplikasinya ke situ dan ga keterima. Suaranya Harper saat ngancem Ashley, ketara banget dia anak papi-mami :|

GLEGAAAAAAARRR... Malapetaka bagi Ashley cs (kecuali Gilli). Linda pun jadi tau, Mark mengakui. Smua dunia tau. Daniel tau, orang tuanya tau, kepala sekolahnya tau. Saat Ashley memutuskan untuk ngasih tau yang sebenarnya ke kepala sekolahnya, saat itulah Rachel motong pembicaraan kalau dirinyalah yang bersalah, yang memulai bisnis prostitusi ini. Urusan jadi urusan polisi. Rachel dipenjara. Mark dan Walter dan om2 lain ga dipenjara tapi terlibat aturan2 hukum yang harus mereka penuhi.

Saat kelulusan, Ashley dan Janet ngunjungin Rachel di penjara, ngerayain kelulusan sama Rachel. Delapan bulan kemudian, Ashley terlihat lagi kerja part time di kafe, dia juga kuliah tapi bukan di tempat yang dia mau. Gilli kebetulan dateng ke kafenya. Gilli satu2nya orang yang berhasil masuk Art College yang dia impikan. Pas Ashley madep belakang, terlihat Daniel lagi ngeliatin dia di luar jendela. Saat Ashley balik badan, Daniel ilang. Pas Gilli udah pergi, Daniel balik lagi ke tempatnya tadi pas ngeliatin Ashley. Ashley ngeliat... Kaget campur seneng campur ngerasa bersalah. So sweet.... Jodoh emang ga kemana :)

Film ini standar kalo kata gue. Udah banyak banget film kayak gini.. menjamur. Cuma mungkin film ini ngingetin lagi ke generasi muda. Kalau bukan karena Avril yang nyanyi, gue malah ga tau ada film ini.

PLUS:
- SOUNDTRACKNYA KEREN BANGET. Secara yang nyanyi kembaran gue "Avril Lavigne" khan milkysmile
- Maknanya bagus:
---> Untuk Orang Tua; Beneran deh. Kalo mau buat anak pikirin biayanya sampe kuliah. Buatnya emang enak. Putus sekolah karena biaya itu bener-bener nyesek. Di otak kayak piramid runtuh ibarat harapan + masa depan gemilang runtuh.
---> Untuk anak muda: Untuk kasus Ashley, dia udah berusaha semaksimal mungkin demi bisa kuliah. 1 yang ga kuat, IMAN. Dan akhirnya terjerumus. Asli ga mudah loh untuk ga terjerumus. Itu kayak jalan pintas yang ada depan mata saat itu. BYPASS ibaratnya...
---> Coba deh bandingin ending-nya Gilli sama Ashley, Janet dan Rachel. Hanya Gilli yang milih jalan lurus dan akhirnya dia yang "saat ini" jadi orang dibanding teman2nya.
- Orangtua Ashley support Ashley banget saat kasus prostitusi terkuak. Terlihat sangat bijaksana. Mungkin mereka juga mikir, Ashley ngelakuin itu karena mereka juga.
- Daniel di film ini. Ngajarin kalau cinta sejati ga bakal ke mana. Mau serusak apapun Ashley, Daniel balik lagi :)
- Gue suka alisnya Ashley.. bagus.

MINUS:
- Awalnya gue kaget karna ternyata mereka masih pelajar SMA, gue pikir anak kuliahan. Ashley cs terlalu tua untuk jadi anak SMA.
- Pas public tahu mereka melakukan usaha prostitusi (kecuali Gilli), si Gilli kemana? ILANG. Ada lagi di scene terakhir. Awalnya sahabatan bgt lengket kayak perangko. Tengkaran sama Rachel harusnya ga ngaruh dong ke Ashley sama Janet. Minimal Gilli ada pas hari kelulusan gitu. Ini ga ada sama sekali.
- Awalnya Daniel punya cewek, trus .... ILANG juga entah kemana tu wanita. Hmmmm....

RATING: 7,0 (SCALE 10)