Tuesday, October 8, 2013

Movie Review: Insidious (2011)


Film horor ini terkenal banget. Film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga dan rumah barunya. Di mana mereka baru pindahan dan terjadi hal-hal aneh di rumah itu. Keluarga ini terdiri dari Josh (Patrick Wilson), sang istri Renai (Rose Byrne), anak mereka Dalton (Ty Simpkins), Foster (Andrew Astor) dan anak bayi mereka Cari.

Yang disorot banget pada awal mulanya memang beberapa keanehan di rumah itu. Mulai dari buku-buku berjatuhan, attic mereka yang horor banget, sama beberapa penampakan hantu. Salah satu anak mereka, Dalton merupakan salah satu tokoh utama penting dalam film ini. Ia bermain-main di attic dan jatuh. At least, dia baik-baik hanya memar fisik. Besoknya, saat sang ayah hendak membangunkan Dalton untuk sekolah ENG ING ENG.... Dia sama sekali gag bergerak.

Dokter menganalisis bahwa Dalton dalam keadaan koma, namun sulit dijelaskan apa nama penyakit a.k.a digantungin #eeeeaaaaaaaaaa
Tiga bulan Dalton dirawat, akhirnya mereka ngambil keputusan untuk merawat Dalton di rumah dengan segala peralatan medisnya. Sebagai orang tua tiada henti-hentinya mereka ajak Dalton ngomong, kali-kali ada tanda2 dia akan bangun. Anak mereka satu lagi Foster, yang usianya gag terpaut jauh sama Dalton juga agak merinding dengan kondisi Dalton sejak dia koma. Kamarnya yang tepat berada di depan kamar Dalton membuat ia jauh lebih merinding dan lebih merasakan keberadaan hantu.

Renai melihat tapak tangan darah di sprei dekat kaki kanan Dalton. Ia tak tahan dengan keadaan ini dan meminta suaminya Josh untuk pergi dari rumah ini. Josh pun setuju.

Di rumah baru yang mereka kira mereka udah aman, nyatanya gag bgitu coy! Penampakan makin sering terjadi bahkan di siang hari. Rupa-rupanya hantu-hantu itu mengikuti mereka ke rumah baru. Hantu-hantu ya bukan hantu, berarti hantunya jamak.

Di sini juga gue sempet kecele. Gue pikir yang kenapa-kenapa adalah rumahnya. Ahahahahhh

Renai memanggil pastor yang merupakan teman lamanya. Di rumahnya juga ada ibu mertuanya, Lorraine (Barbara Hershey). Lorraine bilang dia juga merasakan keanehan sama si Dalton. Dia mimpi tentang hantu yang menunggui kamar Dalton. Sampai cerita itu terhenti dengan suara gaduh di kamar Dalton. Saat mereka tiba, kamar Dalton udah acak-acakan, Daltonnya juga udah di lantai.

Lorraine memanggil Specs (Leigh Whannell) dan Tucker (Angus Sampson), 2 asisten yang paham banget akan hal-hal gaib. Bos mereka adalah Elise Rainier (Lin Shaye), yang sudah biasa mengurusi hal-hal gaib. Dua anak lainnya, Foster dan Cari dititipkan ke rumah Lorraine. Renai tidak ingin mereka ikut menyaksikan apa yang sedang mereka lakukan.

Elise melihat sosok hantu berwajah merah seperti api tepat di atas langit-langit kamar Dalton. Specs bertugas menggambar apa yang dilihat Elise. Setelah selesai, Elise berkata bahwa pekerjaan dia dan 2 asistennya memang berbau hal mistis, dan hal yang mereka lakukan akan mereka bukukan. Elise juga menjelaskan situasi Dalton dan di mana Dalton yang sebenarnya. Hal yang ia katakan benar-benar di luar nalar, membuat Josh kehabisan kesabaran dan gag mau melanjutkan ritual untuk mengembalikan Dalton.

Josh termenung dan bicara di kamar Dalton. Ia bingung apa yang harus ia lakukan untuk mengembalikan Dalton. Salah satu gambar Dalton jatuh. Gambar pintu berwarna merah. Ia pun menangis sedih melihat gambar-gambar Dalton, akhirnya ia setuju melanjutkan ritual pengembalian Dalton.

Elise, Josh, Renai, Specs dan Tucker mengadakan upacara ritual untuk menemukan keberadaan Dalton. Elise memakai masker (gue ngeliatnya kayak band Slipknot) dan Specs pake headset. Tucker tugasnya nyorot ruangan pake handycam. Mereka komunikasi suara dengan Dalton, sampai akhirnya si hantu wajah merah marah dan menyerang mereka pake raga si Dalton. Ruangan berantakan dan pintu terbuka. Hantu-hantu berdatangan. Hantu gondrong mencekik Renai. Josh ngebantuin Renai. Elise menyuruh si hantu wajah merah keluar dari tubuh Dalton. Hantunya keluar. Hantu-hantu lainnya pun pergi.

Sebelum melakukan ritual pengembalian, Lorraine berkata bahwa Josh waktu masih kecil juga pernah seperti Dalton. Ia menyembunyikan semua foto Josh waktu kecil, karena ia tidak mau Josh mengingatkan. Elise pun menyarankan hal yang sama. Demi anakanya, Josh pun setuju untuk pergi ke dunia sana untuk menyelamatkan Dalton.

Di furthermore (dunia sana), Josh berjalan ke sana ke mari. Sampailah ia ke rumahnya yang dulu. Ia berkelahi dengan hantu penjaga pintu. Ia menang dan masuk ke pintu merah, yang terletak di attic. Di sana ia menemukan Dalton yang tengah dirantai dan sedang menangis.

Gilak ya. 3 bulan lebih looh Dalton kayak gitu. Hhhiiii

Setelah melepas rantainya, si hantu berwajah merah menyerang Josh. Gag berlangsung lama berkelahi, mereka pun kabur dari rumah itu. Mereka dikekelingi ouluhan hantu-hantu di alam sana. Renai memanggil-manggil nama Josh dan menyuruhnya mengikuti suaranya. Di saat yang bersamaan, puluhan hantu-hantu itu ada yang berhasil menembus dunia nyata. Dan mereka langsung menuju raga Josh dan Dalton yang tanpa roh. Elise menyuruh Lorraine dan Specs mengawasi Dalton di kamar tidurnya, sedangkan yang lain mengawasi Josh di sini bersamanya. Hantu-hantu mulai menyerang dan mendekati raga Josh. Renai yang ketakutan akan hantu-hantu yang datang masih tetap memanggil namanya.

TENNNNNNNNGG.... Josh dan Dalton sadar di saat yang bersamaan. Hantu-hantu pun lenyap. Akhir cerita, yang masuk ke raganya Josh bukan rohnya, melainkan roh nenek-nenek yang mengincar raga Josh sejak ia masih kecil. Elise yang mengetahui bahwa itu bukan Josh, langsung dibunuh sama Josh yang sedang dirasuki.

Di sini gue agak kaget dikit ngeliat setuju pindah rumah. Karena biasanya kalau di film horor tentang rumah, si suami biasanya ogah pindah rumah sampai baru kejadian menimpa dirinya atau kejadian siapa dulu yang mati, baru dech dia mau pindah. Hahahaha...
Hal lain yang agak aneh itu adalah pas si Dalton mau balik ke raganya. Di rumah barunya ia terpisah dari roh ayahnya. Si Dalton dikejar-kejar hantu bermuka merah. Kok bisa Dalton tau di mana raganya, wong dia gag pernah tau rumah barunya. Dia gag tau kamarnya di mana dan itu posisinya dia lagi dikejar-kejar.

Itu doang si keganjilan yang gue rasakan. Selebihnya udah bagus kok ini cerita.
Gue kasih rating 8.5/10