Wednesday, September 26, 2012

Dari Sahabat untuk Munir

Jumat (14/9), bertempat di Wapres Bulungan Jakarta. Ada acara bertajuk "Dari Sahabat untuk Munir". Acara ini dibuat untuk mengenang 8 tahun paska meninggalnya Munir, yang diselenggarakan oleh Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM). Mungkin sebagian dari Anda belum mengenal akan sosok Munir.
Munir Said Thalib atau yang lebih dikenal dengan nama Munir lahir di Malang, 8 Desember 1965 - 7 September 2004). Ia adalah seorang aktivis HAM dan anti korupsi, yang dulu menjabat sebagai dewan Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). Untuk lebih jelasnya cerita tentang Munir, bisa diliat di Wikipedia KLIK INI
Sesampainya di sana, kita disuruh ngisi guest book plus dikasih stiker dan poster Munir.
Dominan yang hadir di sana cowok-cowok smua http://www.emocutez.com
Di rundown acara akan ada 5 band pengisi acara. Yang gue tau akan tampil Efek Rumah Kaca, Marjinal, Sisir Bambu, S Coret dan 1 lagi gue gag tau nama bandnya http://www.emocutez.com
Gue mulai dari Band Sisir Bambu dulu.
Band ini hanya beranggotakan 2 orang. Dan coba liat dech alat musik yang dia pegang. Baru kali ini, gue ngeliat itu alat musik. Kata Poppie (add. bassist ERK), itu namanya BeSek (Bambu GeSek) dan itu orangnya bikin sendiri... Hahahahaa... Kreatip!!! http://www.emocutez.com
Kemudian, band yang satu ini gue lupa namanya.
Hanya beranggotakan 2 orang juga. Sejauh yang gue denger, lagu2 yang mereka bawain cukup mengenakan.
Band selanjutnya, S Coret, yang biasanya sebelum manggung selalu berorasi tentang keadilan. Mereka ini yang paling rame, beranggotakan 7 orang. Band ini punya vokalis yang suaranya melengking ABIES, sama kek @Agnezmo klo lagi ambil oktaf tinggi.
Lagu2 yang mereka nyanyiin juga berisikan lagu2 yang lebih ke arah Munir. Tentang ketidakadilan DEELEL. Di dalam band ini juga terdapat, seorang pria yang membacakan narasi, yang sebenarnya dia itu nyanyinya dalam pose sedang naik kursi.
Band kedua terakhir yang manggung adalah Efek Rumah Kaca. Sebelum mereka manggung, Cholil (vokalis) diminta memberikan pidato sepatah dua patah kata tentang kasus Munir. Berpidato sekitar 10-15 menit, personil yang lain pun memasuki stage. Mereka nyanyiin 4 lagu. Silahkan klik judul2nya untuk melihat video mereka di Wapres Bulungan ==> Di Udara New Version, Di Udara Old Version, Hilang, dan Mosi Tidak Percaya.
Band terakhir yang tampil adalah Marjinal. Ini juga band tenar, namun sayang gue gag bisa cerita lebih banyak, karena gue dah keburu pulang. WKWKWWKK http://www.emocutez.com
Menurut gue, acara ini suatu bentuk solidaritas yang bagus banget. Karena semua di acara ini sifatnya gratis, termasuk band2 yang tampil pun tidak menerima bayaran, cuma buku Munirnya aja yang dapat dibeli dengan harga Rp 50 ribu. Selain itu, manfaat lain dari acara ini, bisa untuk lebih mengenal sosok Munir dan meneruskan cita2nya. Sering-seringlah yaph buat acara kek gini http://www.emocutez.com