Tuesday, March 23, 2010

Panggilan Untuk Ikut Menderita

Semalem waktu saya saat teduh... Saya membaca ayat yang bagus sekali...
Terdapat dalam 2 Timotius 2:1-13,,, Rasul Paulus menulis surat ini kepada Timotius.
Beginilah firman Tuhan :

1. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus
2. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain
3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus
4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya
5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga
6. Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya
7. Perhatikanlah apa yang kukatakan, Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu
8. Ingatlah hari ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku
9. Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu
10. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal
11. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
12. Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
13. jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."


Gue slalu berpedoman bahwa hidup adalah perjuangan. "Life is a battle" itulah motto gue.
Bisa dibilang gue ambisius, karna itu gue benci kekalahan dalam smua bidang ya karir, pendidikan, bahkan cinta.
Tapi spertinya gue terbelenggu dengan kehidupan gue sendiri, sehingga gue kurang mengikuti Komandan gue.
Dan spertinya gue salah untuk bergaul dengan bangsa Filistin. Bahkan menaruh rasa sayang terhadap salah satu pria bangsa Filistin.
Akankah mereka akan menghancurkan gue sama seperti Simson dihancurkan?!? Mengapa keluarganya seperti itu?? Di saat mereka bahkan tidak mengenal gue sama sekali.
Mengapa sulit sekali bersatu dengan orang yang gue sayangin?? Sedangkan rasa sayang itu anugerah bukan dosa.
Mengapa harus ada pertemuan?? Bila akhirnya berujung pada sakit hati..
Sigh...... I didn't know for sure. I must searching "that book." I hope I can find it....

No comments:

Post a Comment