Wednesday, March 31, 2010

Kotak Pagoda

Sebuah kotak pagoda yang terkunci rapat disegel bak kuali emas dikaitkan dengan pori-pori kayu datang menyapa kematian.
Kotak itu berisi ion-ion positif yang jika dibuka akan mendatangkan kebahagiaan.
Di saat mau membuka kotak itulah muncul berbagai rintangan dan halangan yang menghadang bagai hujan meteor dengan rasi bintang yang tak ada titik temu.
Saya nyatakan saya membenci situasi seperti ini. Inilah bodohnya manusia. Hanya mau enak tanpa berusaha. Menyelami kodrat manusia memang.
Apa kotak pagoda itu mencoba membodohi saya?!
Saya tidak menolak. Dengan langkah gontai tapi pasti saya akan membuka kotak itu.
Yang dibutuhkan hanya on time performance untuk smua itu.
Semua pasti indah pada waktunya. Semua sudah diatur oleh Empunya jagat raya ini.
Kitalah pion-pion kehidupan itu. Bergerak bagai benteng, kuda, menteri, ratu dan raja dalam sebuah skenario yang sudah digariskan jauh sebelum ada saya dan ada kamu.
Saya dan kamu. Apa kata2 itu cukup untuk melukiskan perasaan saya sekarang?
Apakah saya akan menemukan kamu didalam pagoda saya?
Lonceng berdentang 12 kali mengisyaratkan saya untuk tetap melangkah pasti menuju pagoda. Hey! Saya bukan Cinderella yang harus patuh pada keduabelas dentangan seperti itu.
Kalau begitu saya akan menggunakan warp untuk berada di dimensimu. Entahlah. Masih samar2 dimana keberadaanmu. Tertutup dan tidak jelas titik koordinatmu. Tapi entah bagaimana caranya, saya akan membawa diri saya dan kamu untuk masuk kedalam pagoda itu.
Apa? Kamu tanyakan mengapa? Saya sendiri tidak menemukan alasan untuk itu. Saya mendengar suara malaikat2 itu yang menyuruh saya untuk pergi bersama denganmu.
Kamu tersenyum dan mengangguk. Mendekap dan memeluk. Mencium dan mengelus kepala saya sembari mengatai saya dengan kata bodoh dan berkata pelan, "Kita dipermainkan oleh Mereka. Tapi permainan ini membawaku padamu." :) :) :) :)

No comments:

Post a Comment