Sunday, November 8, 2009

Kosong

Kosong. Hampa.
Botol kecap. Botol kecap.
Sepi. Ingin bingar.
Berlari. Tak ingin menengok ke belakang.
Terbang. Gag tentu arah.
Berada di ujung antariksa.
Tanpa sinar bintang dan bulan.
Kesepian. Kedinginan.
Di mana jemputan itu?
Mengapa tak kunjung datang?
Ah... Masinis mengantar penumpang lain.

Persepsi dua insan yang berbeda.
Lenyap ditelan black hole.
Semua kembali jadi debu.
Semua kembali jadi tanah.
Hanya ada aku dan bayanganku.
Ya. Ya. Tidak. Tidak.
Masih tetap tak tentu arah.

Lilin, dia tampan sekali.
Apakah untukku?
Menangislah. Menjeritlah.
Tersenyumlah. Tertawalah.
Motivasiku.
Menaruh aku dalam hidupmu.

Takdir. Fakta. Realita.
Berseteru tajam.

No comments:

Post a Comment