Monday, November 23, 2009

Coba Katakan

Coba coba
Katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini.
Coba coba
Katakan kepadaku sekali lagi bila kita memang benar akan kesana
Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa, mewujudkan bahagia
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini
Ohh.. oh.. habis sudah semua rangkai kata
Telah terungkap semua yang kurasa
Yang kuingin akhir yang bahagia hoo
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini
Wohoho dudududu
Wohoho dudududu
Yang ku inginkan
Satu tujuan
Sebuah kenyataan
Bukan impian
Bukan harapan
Bukan alasan
Satu kepastian
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan

Kerennya lagu Maliq n d'essetials ini...
LIKE THIS..
Hehehehe

Monday, November 16, 2009

Ruang Abstrak

Masih dengan ruang abstrak yg saya ciptakan.
YANG SAYA CIPTAKAN SENDIRI
Dimana saya adalah tuhan. Dan pion-pion itu adalah obsesi saya.
Obsesi saya dimana saya tetap berada di lingkar ruang itu. Tidak maju. Tidak mundur.
Saya dan bayangan saya adalah penguasa. Saya adalah ratu sejagat.
Sayalah yang membuat Narcisus dikenang dalam lambang bunga.
Tidak. Tidak.
Ruang yang saya ciptakan sangat abstrak sehingga saya tidak yakin apa itu kenyataan apa itu mimpi.
Saya mengamati pion-pion saya dengan secangkir susu coklat dan sebatang tembakau. Saya bukan Tuhan. Saya tidak sempurna. Ruang yang saya ciptakan adalah keinginan dan hedonisme saya. Saya tidak melihat ruang saya adalah baik adanya. Tetapi saya berusaha menciptakan ruang yang baik.
Saya benci dibilang bodoh, bego dan teman-temannya. Apa..!? Kamu tanya mengapa... Ya karna kelebihan makhluk hidup yang Tuhan ciptakan adalah otak manusia. Bodoh, bego, idiot dan teman-temannya. Sama saja dengan berkata saya tidak punya otak sama dengan saya seekor binatang jalang.
Pion-pion dalam ruang abstrakku... Apa kalian tau saya ada?
Apa kalian membenci saya karna saya memasukkan kalian dalam ruangan saya. Saya minta maaf... Lewat menghadirkan kalian dalam ruangan terisolasi inilah saya bisa membunuh rasa sepi saya. Saya butuh kalian.. Terimakasih.. Biarpun abstrak tapi saya sangat senang...

Sunday, November 8, 2009

Deg-Degan

Dulu menurut gue...
Kalo cinta sama seseorang itu harus merasa nyaman. Harus orang yang bisa memberikan rasa nyaman ke kita. Itulah yang bisa jadi cowok gue.
Tapi sejak gue baca komik "Falling Heart"...
Komik itu mengatakan lain. Komik itu bilang, "Yang namanya cinta itu gag boleh tenang2 saja. Harus berdebar-debar. Harus merasa takut."
GLEK...
Sebenarnya yang mana yang bener ya?!? Hummm...
Bener c kata tuh komik. Karena deg-degan, berdebar-debar dan merasa takut. Justru orang yang bisa buat kita kayak gitu berarti kita menganggap dy spesial dan dia bener2 orang yang berarti buat kita.
Tapi yang membuat kita nyaman dan tenang pun kayaknya ngga salah juga.
Ahah. Liyer...

Kosong

Kosong. Hampa.
Botol kecap. Botol kecap.
Sepi. Ingin bingar.
Berlari. Tak ingin menengok ke belakang.
Terbang. Gag tentu arah.
Berada di ujung antariksa.
Tanpa sinar bintang dan bulan.
Kesepian. Kedinginan.
Di mana jemputan itu?
Mengapa tak kunjung datang?
Ah... Masinis mengantar penumpang lain.

Persepsi dua insan yang berbeda.
Lenyap ditelan black hole.
Semua kembali jadi debu.
Semua kembali jadi tanah.
Hanya ada aku dan bayanganku.
Ya. Ya. Tidak. Tidak.
Masih tetap tak tentu arah.

Lilin, dia tampan sekali.
Apakah untukku?
Menangislah. Menjeritlah.
Tersenyumlah. Tertawalah.
Motivasiku.
Menaruh aku dalam hidupmu.

Takdir. Fakta. Realita.
Berseteru tajam.